BLT Pangkalan Kerinci Tak Kunjung Cair, Ini Penjelasannya

Pelalawan, katakabar.com - Bantuan langsung tunai yang dijanjikan ke masyarakat Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau tak kunjung terealisasi. Informasi dirangkum, seharusnya bantuan itu cair Jumat hari ini.

Namun, hal itu tak kunjung terjadi. Hingga malam, masyarakat Kerinci masih terus menanti. Bantuan itu disebut bersumber dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan dan Pemprov Riau melalui non-Data Terpadu Kesejahteraan Sosial  (non-DTKS).

Warga pun mendesak Dinas Sosial segera membagikan dana BLT kepada warga yang telah ditetapkan sebagai penerima.

"Tolong cairkan BLT,  dari kemarin Dinas Sosial hanya berjanji, tapi nyatanya sampai sekarang belum juga ada informasi yang jelas," kata Sudirman salah satu warga Kelurahan Kerinci Kota, kepada katakabar.com, Jumat(28/8).

Informasi dirangkum, dana BLT ini diberikan Pemerintah Provinsi Riau dan Kabupaten Pelalawan masing-masing sebesar Rp300 ribu sehingga total Rp600 ribu yang akan dicairkan melalui Bank Riau Kepri (BRK).

Warga akan menerima sebesar Rp600.000 dalam bentuk tunai. Pembagiannya dilakukan di setiap Kantor Camat oleh Bank Riau Kepri dengan pengawasan dari Dinsos

Pelaksana tugas Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pelalawan, Srinoralita berdalih saat ini fokus penyaluran BLT dilaksanakan di dua kecamatan yakni Bandar Petalangan dan Langgam. 

Sedangkan untuk kecamatan lain, seperti  Kecamatan Pangkalan Kerinci,  belum bisa disalurkan lantaran menunggu jadwal yang ditetapkan. Bantuan ini harus didistribusikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tepat sesuai peruntukannya.

"Sudah ada dua kecamatan disalurkan, Minggu lalu di Bandar Petalangan, sekarang di Langgam. Ia meminta maaf atas keterlambatannya di Kecamatan Pangkalan Kerinci. Kita predikasi kacamatan Langgam bisa selesai 1 hari nyatanya tidak bisa" katanya.

"Untuktuk kecamatan pangkalan kerinci hampir setengah miliar untuk disalurkan, Mudah-mudahan bisa terealisasi dalam Minggu ini, doa kan supaya lancar," tukasnya.

Editor : Anggi

Berita Terkait