Bos OJK Sebut Sentimen Pasar Modal Indonesia Mulai Menguat

Katakabar.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebut bahwa sentimen pasar modal di Indonesia dan seluruh dunia mulai menguat. Penguatan ini didorong langkah investor domestik, khususnya investor ritel dan non residen yang melakukan net buy sebesar Rp1,5 triliun.

"Lalu hingga akhir Juli, di pasar Surat Berharga Negara (SBN) terjadi net buy sebesar Rp5,06 triliun," papar Wimboh dalam konferensi pers virtual, Selasa (4/8).

Namun demikian, tingkat volatilitas di pasar modal masih terjadi. Hal tersebut ditunjukkan dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan Selasa (4/8) yang berada di posisi 5.039,47, naik 30,17 poin dari posisi sebelumnya yaitu 5.006,49.

"Turun cukup drastis dalam sehari, kemarin, jadi 5.006 itu karenanya ada rilis deflasi dan wait and see atas data PDB Indonesia di kuartal 2," jelas Wimboh.

Untuk menjaga volatilitas tidak terlalu ekstrem, OJK menerapkan beberapa paket kebijakan, mulai dari pelarangan transaksi short selling, buy back saham tanpa RUPS, hingga trading halt untuk penurunan 5 persen dan melakukan perpendekan jam perdagangan efek.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen menambahkan, pihaknya akan fokus memantau perkembangan penanganan Covid-19 karena sentimen positif akan terbentuk seiring meredanya pandemi dengan ditemukannya vaksin.

"Kita masih memantau dan memonitor kebijakan pasar modal, kebijakan masih tetap seperti itu karena kita memantau pasarnya. Jadi kita fokus ke monitoring, penanganan kasus Covid-19 di Indonesia. Kita mencermati perkembangan Covid-19 dulu," ujar Hoesen.

Merdeka.com

Editor : Sany Panjaitan
OJK

Berita Terkait