Rapid Test Bukan Diagnostik

Buang Stigma Orang Rapid Test Positif Sudah Dipastikan Positif Corona

Bengkalis, katakabar.com - Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengimbau masyarakat, agar menghilangkan stigma atau vonis jika hasil rapid test positif, orang tersebut sudah dipastikan positif terinfeksi Covid 19 atau virus corona.
Soalnya rapid test atau tes cepat Covid 19 cuma berfungsi sebagai penyaring atau penyeleksi.
 
Rapid test bukan diagnostik, tapi sebagai screening atau penyeleksi antara orang yang berpotensi atau tidak berpotensi terinfeksi virus Corona,” jelas Mimi, kemarin, seperti dikutip dari mediacenter.riau.go.id dan corona.riau.go.id
 
Hasil rapid test positif pada seseorang kata Mimi, tidak serta merta membuktikanyang bersangkutanpositif corona. Lantaran pemeriksaan untuk mengetahui seseorang positif corona atau tidak itu, dengan menggunakan alat PCR (Polymerase Chain Reaction).
 
“Ini penting diketahui masyarakat, untuk menghindari stigma terhadap orang yang dinyatakan positif dari hasil rapid test,” tegasnya.
 
Masih Mimi, hasil rapid test negatif bukan berarti yang bersangkutan terbebas dari virus corona. Tapi harus kembali dilakukan rapid test dengan jangka waktu 10 hari.
 
“Bila tes kedua hasilnya masih menunjukkan negatif, berarti yang bersangkutan memang negatif corona. Jika positif, langsung dilakukan tes PCR,” katanya.
Untuk itu, bagi masyarakat yang hasil rapid test-nya positif maupun negatif, tetap harus mengikuti prosedur karantina diri.
 
“Lantaran yang diperiksa cuma mereka yang secara surveilans dianggap ada keterkaitan dengan pasien Covid 19,” imbuhnya. 
 
 
 
Editor : Sahdan

Berita Terkait