BUMN Gandeng Gugus Tugas Gelar Swab Test Gratis

Pekanbaru, Katakabar.com - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama Gugus Tugas Nasional Penanganan Covid-19 menggelar Swab Test secara gratis di sejumlah daerah di Indonesia. Hal ini untuk mengendalikan penyebaran wabah virus corona.

"Menahan sebaran COVID-19 bukan hanya tugas dan tanggung jawab dokter dan paramedis, semua pihak berperan," kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, dikutip Antara, Minggu (14/6).

Salah satu BUMN yang terjun langsung dalam mengendalikan COVID-19 adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang melaksanakan 30.000 swab test di sejumlah daerah di Indonesia.

Bersama Gugus Tugas Nasional dan daerah, akhir pekan lalu bank BUMN ini mengadakan tes usap di kota Padang dan Bukittinggi, Sumatera Barat yang diikuti 2.000 peserta tes.

Upaya ini merupakan wujud langkah bersama dalam melawan wabah virus corona di Indonesia melibatkan banyak pihak mulai pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan kekuatan dunia usaha termasuk BUMN seperti BNI.

Sebelumnya, bank pelat merah ini mengadakan swab test massal di Jakarta pada 20-21 Mei 2020, Padang 2 Juni 2020, dan di Sekretariat Ikatan Alumni Universitas Sriwijaya, Palembang pada 7 Juni 2020 dan di Stadion Jakabaring, 7-8 Juni 2020.

Pelaksanaan swab test gratis juga dilengkapi pemantauan epidemiologi dan tindak lanjut jika ditemukan kasus COVID-19 berkolaborasi dengan berbagai rumah sakit daerah setempat dan hasilnya dilaporkan kepada pemerintah daerah terkait.

BNI menggandeng Rumah Sakit BUMN dan Rumah Sakit Bunda untuk mendistribusikan pengambilan sampel di beberapa daerah di Indonesia serta JSK Group, yang diharapkan mempercepat pemutusan penyebaran juga pemulihan menuju normal baru.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengakui, bahwa upaya pemeriksaan virus ini per satu juta penduduk di Indonesia, baik menggunakan polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM) masih terbilang rendah. Berdasarkan data per hari ini ada 1.014 orang dinyatakan positif, sehingga total mencapai 37.420 orang.

"Memang, secara keseluruhan kalau kita menghitung seluruh wilayah tanah air kita memang tes kita masih rendah, 1.752 tes per satu juta penduduk," kata Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (13/6).

Dia mengatakan, tes yang dilakukan di negara lain lebih besar antara lain Malaysia, tes telah dilakukan kepada 19.118 orang per 1 juta penduduk, di Thailand 6.708 per 1 juta penduduk, Filipina 4.419 per satu juta penduduk, dan Jepang 2.626 per 1 juta penduduk.

Namun, dia menegaskan, kalau perbandingan angka itu tak menunjukkan kesan bahwa keseriusan pemerintah tidak terlihat. Sebab, Indonesia merupakan negara dengan luas wilayah yang besar dan memiliki banyak kepulauan.

"Data ini tentunya tidak akan bisa secara utuh dibandingkan dengan negara lain karena memang tingkat ancaman epidemiologisnya tidak sama," tegas Yurianto.

Merdeka.com

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait