Bunuh Mandor Panen PT MUP, Toro Terancam Hukuman Mati

Pelalawan, katakabar.com Kasus pembunuhan terhadap Markus Gea karyawan mandor panen PT Mitra Unggul Pusaka (MUP), Afdeling IV hingga tewas di tempat menemukan titik terang. Mayat korban ditemukan dengan tubuh penuh luka bekas sabetan senjata tajam.

Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko SIK mengatakan, peristiwa itu terjadi berawal dari rasa sakit hati karena korban tidak diberikan pekerjaan memanen sawit atau ancak, Torozatulo Zebua tega membunuh sang mandor PT MUP, Markus Gea. Pelaku terancam hukuman mati.

Dia mengatakan, pembunuhan itu awalnya pada Kamis 25 Juni 2020 di Kantor Afdeling IV PT MUP saat apel pagi pukul 06.00 WIB.

Toro kecewa karena sang Mandor tidak memilihnya untuk berkeja memanen sawit, padahal dia sudah lama tidak bekerja.

Toro merasa kesal karena alasan Markus bahwa hanya pegawai yang mendapatkan ancak. Padahal saat apel dia melihat ada BHL yang mendapatkan ancak.

"Usai saling melempar argumen, Toro pun pulang ke rumahnya untuk sarapan. Saat itulah terbersit keinginannya untuk melampiaskan dendamnya kepada korban," kata Indra, didampingi Kasat Reskrim AKP Teddy Ardian SIK dan Kapolsek Langgam Ipda M Fadillah, Selasa (30/6).

Setelah mengambil parang, pelaku bergegas pergi ke area Blok P dari rumahnya yang menghabiskan waktu 30 menit berjalan kaki.

Setelah menunggu pelaku selama 8 jam, korban pun datang. Tanpa basa-basi pelaku langsung membacok korban sehingga tangan korban hampir putus.

"Belum puas, pelaku kembali membacok korban berkali-kali ke arah wajah dan tubuh korban sehingga korban meninggal karena kehabisan darah," tambahnya

Pelaku dijerat dengan pasal 340 dan pasal 338 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati.

 

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait