Soal Kisruh Pemilihan BPD

Calon Ramai - ramai Layangkan Sanggahan Kecurangan

Bengkalis, katakabara.com - Kisruh pemilihan Badan Permusyawaratan Desa di Desa Tambusai Batang Dui yang dinakhodai Kepala Desa, Wahyu Hidayat, terus bergulir dan berbuntut panjang.

Sejumlah calon BPD yang merasa dirugikan saat pemilihan BPD Tambusai Batang Dui, seperti Rustami, Zulkifli Syakban disapa akrab Ucu Pili melayangkan protes secara persuasif mengenai adanya dugaan kecurangan pada pemilihan BPD di desa buah pemekaran dari desa Balai Makam itu.

Mantan calon kepala desa, Rustami yang ikut mencalonkan diri pada pemilian BPD melayang protes lewat surat tentang sanggahan terkait kecurangan dalam penyelenggaraan pemilihan BPD kepada Panitia Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tambusai Batang Dui, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis pada 14 September 2020 lalu, ditujukan kepada Panitia Pemilihan BPD Tambusai Batang Dui.

Tak tanggung - tanggung, surat itu ditembuskan kepada Camat Bathin Solapan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bengkalis, Komisi 1 DPRD Kabupaten Bengkalis, dan Plt. Bupati Bengkalis.

Begini isi yang tertuang dalam surat terkait kecurangan penyelenggaraan pemilihan BPD Tambusai Batang Dui, kami peserta (Calon) Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tambusai Batang Dui Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis Tahun 2020 yang merasa dirugikan disebabkan penyalahgunaan wewenang dan rekayasa tertentu oleh panitia dan atau pejabat yang berwenang lainnya di pemilihan BPD pada Minggu,13 September 2020 sekitar pukul 7.30 hingga pukul 12.15 WIB bertempat di MDA Masjid Al-Badar.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bengkalis Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Badan Permusyawatan Desa pada pasal 17 paragraf 2 ayat 1 hingga  3. Pasal 18 ayat 1 hingga 2 dan pasal 20 ayat 1 jo 2 tentang pendataan pemilih.

Lantaran menghalangi terjadinya persaingan yang sehat. Dimana penyalahgunaan wewenang dan rekayasa tersebut, meliputi ditemukan pemilih yang tidak memiliki Kartu Keluarga Desa Tambusai Batang Dui Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis.

Pemilih yang namanya ada di Daftar Pemilih Tetap (DPT) tapi pemilih tersebut tidak memiliki Kartu Keluarga yang sesuai Domisili. Celakanya yang bersangkutan berdomisili Di Sebanga.

Selain itu, pemilih dalam 1 kartu keluarga yang berstatus suami istri, tapi dua-duanya ikut memilih. Padahal dalam aturan dari Panitia, pemilih dalam 1 Kepala Keluarga hanya memiliki hak pilih 1 Suara.

Pelaksanaan pemilihan di TPS dilaksanakan di ruangan tertutup. Dan panitia di TPS tidak melaksanakan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan panitia pemilihan BPD Desa Tambusai Batang Dui. Panitia di TPS di duga tidak melakukan pengecekan keabsahan pemilih dan atau mencocokkan nama pemilih yang mewakili keluarga pemilih yang ada di kartu keluarga

Terus Panitia di TPS melaksanakan pemilihan dengan cara menerima surat undangan pemilih dan mengumpulkannya, dan pemilih disuruh menunggu di luar ruangan. Setelah itu pemilih dipanggil satu persatu tanpa mengecek kartu keluarga pemilih dengan undangan pemilih dan orang yang memilih. Parahnya lagi Ditemukan nama-nama di DPT orangnya tidak lagi berada di Desa Tambusai Batang Dui, cerita Rustami dalam surat itu.

Ditegaskan Rustami, berdasarkan itu, kami mengajukan sanggahan dan keberatan kepada Panitia Pemilihan BPD Desa Tambusai Batang Dui dan tidak bisa menerima hasil dari pemilihan yang telah berlangsung serta dianggap batal.

Kami sampaikan kepada panitia pemilihan BPD agar melakukan pemilihan ulang yang sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang telah di tetapkan, harapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tidak cuma pemilihan BPD Tambusai Batang Dui yang kisruh. Tapi pemilihan BPD Pematang Obo di kecamatan yang sama terjadi hal sama. Calon yang ikut pada pemilihan BPD protes dan sudah melayangkan surat protes kepada panitia.

Kisruh pemilihan BPD bisa jadi gambaran  Pilkada Kabupaten Bengkalis 2020 layak ditunggu gimana endingnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait