Cerita 'Korupsi' Diacara Sosialisasi Pelaksanaan APBD 2020

Bengkalis, katakabar.com - Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis, Nanik Kushartati menjelaskan, pengelolaan anggaran rawan terjadi tindak pidana korupsi. Itu sebabnya, Kejaksaan Negeri melakukan kontrol yang sangat ketat.

Lantaran rawan korupsi, diimbau kepada pengguna anggaran dan lainnya untuk bekerja sebaik mungkin agar terhindar dari tindak pidana korupsi, tegasnya saat Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis jadi narasumber diacara sosialisasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bengkalis, kemarin.

Itu sejalan dengan pertanyaan yang dilontarkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkalis, Morison Bationg Sihite.

Soal tindak pidana korupsi yang tidak diinginkan masyarakat, tapi hingga kini masih saja terjadi, seperti, kasus penyalahgunaan tandatangan yang mengarah kepada tindak pidana korupsi.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkalis, Khairul Umam mengatakan, pencegahan korupsi bisa dilakukan lewat kegiatan sosialisasi.

Tindak pidana korupsi rawan terjadi dan seseorang terlibat dalam kasus ini disebabkan kurangnya pengetahuan tentang hukum.

Itu sebabnya, kegiatan sosialisasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada para unsur penggguna anggaran serta unsur lainya sebagai upaya pencegahan kasus tindak pidana korupsi, ujarnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait