Cerita Naker Tempatan di Auala Disnakertrans Bengkalis

Duri, katakabar.com - Penempatan tenaga kerja lokal di perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bengkalis, khususnya di Duri meliputi empat kecamatan, yakni Mandau, Pinggir, Bathin Solapan, dan Talang Muandau masih jadi polemik.

Hal itu perlu perhatian serius bersama baik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis.

Itu sebabnya, anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis terdiri dari Sekretaris Komisi I, Nanang Haryanto, Syafroni Untung, dan Al Azmi pada Kamis (14/10) kemarin ikuti audiensi mengenai tenaga kerja lokal, di aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bengkalis yang berada di Jalan Pipa Air Bersih, Duri Kecamatan Bathin Solapan.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Bengkalis, Kholijah yang pandu acara dengan mematuhi protokol kesehatan Covid 19.

Manajer Pertamina Hulu Rokan (PHR), Rudi Arief menjelaskan, saat ini PHR melanjutkan sejumlah kegiatan yang baik dan perlu dipertahankan saat blok rokan dulu dikelola PT Chevron.

Peralihan pengelolaan blok rokan dari PT Chevron ke PHR tetap mengutamakan tenaga kerja tempatan. Sejumlah kontrak yang lama di CPI dan LBD tetap dilanjutkan, sebab sudah banyak serap tenaga kerja lokal. Itu sebabnhya, PHR memerlukan kerja sama dengan tenaga kerja lokal segera dilakukan secepatnya," ulasnya.

Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Bengkalis, Nanang Haryanto mengatakan, saya banyak menerima laporan yang masuk soal tenaga kerja lokal.

Masyarakat melaporkan sulitnya tenaga kerja lokal yang memiliki kemampuan mumpuni jarang diperhatikan perusahaan. Lantaran itu ke depan sejumlah pasal di Perda Nomor 4 Tahun 2004 perlu direvisi.

"Sejumlah pasal tersebut sudah tidak relevan dengan kondisi terkini. Kami berharap revisi Perda nantinya lebih memperhatikan dengan benar tenaga kerja lokal. Saya meminta kepada perusahaan-perusahaan di bawah naungan PHR bisa mematuhi sejumlah aturan Perda yang ada di Kabupaten Bengkalis ini," imbaunya.

Apresiasi kepada pihak Disnakertrans Kabupaten Bengkalis yang telah menggelar audiensi ini. "Masyarakat Kabupaten Bengkalis bisa memiliki kesempatan dalam bekerja di sejumlah perusahaan yang ada di Kota Duri. Begitu kepada Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) dan Patra Drilling Contractor (PDC) yang menerima pekerja dari luar daerah." 

"Saya pikir hadirnya PDSI dan PDC tidak lagi memperkerjakan tenaga kerja luar dari Kabupaten Bengkalis. Hal ini dari sejumlah laporan dan temuan di lapangan. Jangan ada upaya pencegatan dengan alasan hal-hal pengalaman. Saya meminta pihak PDSI dan PDC, agar mencatat hal ini bukan sekedar mendengar apa yang disampaikan. Dan kami butuh komitmen dan reaksi nyata dari perusahaan," jelas anggota Komisi I, Syafroni Untung.

Anggota Komisi I DPRD Bengkalis dari partai Golongan Karya, Al Azmi menekankan, perusahaan yang ada bisa mengoptimalisasi program CSR. Begitu dengan bantuan perusahaan yang menunjang kegiatan keagamaan yang ada di lingkungan perusahaan.

"Saya berharap kepada perusahaan agar bisa mengoptimalisasi program CSR dan jangan hanya diam. Tolong perhatikan masyarakat sekitar perusahaan. Jangan sampai perusahaan malah mengabaikan program yang bermanfaat untuk masyarakat," harapnya.

Rudi Arief Berjanji

Manajer Pertamina Hulu Rokan (PHR), Rudi Arief sangat mengapresiasi tanggapan dan masukan dari Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis. Ke depan dirinya berjanji bakal melakukan evaluasi yang sangat berarti bagi PDSI dan PDC agar semua hal dan ketimpangan yang terjadi bisa diatasi.

"Ke depan masukkan ini segera kita tindaklanjuti. Apa pun yang terjadi, evaluasi kinerja yang menjadi kritikan menjadi perbaikan kami," jelas Rudi Arief.

Anggota Komisi I, Syafroni Untung menegaskan, mesti dijelaskan korelasi mengenai tenaga kerja dari luar.

"Kami sepertinya sudah melakukan sejumlah program-program yang disampaikan pemerintah. Begitu pula tenaga kerja lokal, yang kami nilai sesuai dengan aturan," sebut Rudi Arief.

Acara audiensi yang berdurasi dua  jam lamanya itu berjalan dengan tertib dan lancar.

Camat Bathin Solapan diwakili Sekcam, Zama Rico Dakanahay, Camat Mandau di Wakili Sekcam, Yoan Dema, Camat Pinggir diwakili dan Camat Talang Muandau, Pengurus LAMR,  puluhan perwakilan perusahaan dan puluhan pengurus LSM, pengurus organisasi masyarakat Bathin Solapan, Mandau, Pinggir dan Talang Muandau, serta sejumlah staf dan pegawai dinas tenaga kerja Kabupaten Bengkalis.
 

Editor : Sahdan

Berita Terkait