Soal Pemeriksaan Eks Kadis PUPR

Ckakak.., Kepala Kejari Bengkalis Bilang Belum Dapat Laporan

Bengkalis, katakabar.com - Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bengkalis, Nanik Kushartanti saat dikonfirmasi wartawan (awak media) pada Rabu (24/2) siang jawabannya sangat mengherankan soal pemeriksaan eks Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bengkalis, Hadi Prasetyo, di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, pulau seberang pada Selasa (23/2) kemarin.

Kepala Kejari Kabapaten Bengkalis ini bilang belum menerima laporan bawahannya dan mengarahkan konfirmasi ke Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Bengkalis.

"Tanya ke Kasi Pidsus ya, saya malah belum dapat laporan," ujarnya singkat.

Sekedar diketahui, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bengkalis, Hadi Prasetyo, untuk ke sekian kalinya menjalani pemeriksaan. Dengan mengenakan pakaian khas Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan wajah pucat pasi masuk ke dalam ruang penyidik Pidana Khusus (Pidsus) sejak pukul 09.45 WIB keluar pukul 14.30 WIB.

Bersangkutan dimintai keterangannya mengenai dugaan korupsi pembangunan Duri Islamic Center (DIC) senilai Rp38,4 miliar, yang dibiayai dari APBD Tahun 2020 lalu.

Kepala Bappeda Bengkalis ini saat pemeriksaan dititik beratkan soal adanya SK Penunjukkan Pejabat Teknis Kegiatan (PPTK) sebanyak tiga orang yang ditekennya.

Dari SK yang diterbitkan itu, Hadi Pselalu menjawab salah dan tidak mengetahui SK yang sudah ditekennya.

"Lucu, kok bisa Hadi P yang menerbitkan tiga SK PPTK, tapi bingung memberikan jawaban. Padahal berkasnya sudah ada, kita cuma mau tahu lebih dalam saja," kata seorang penyidik Pidana Khusus

Di hari yang sama, sejumlah PPTK proyek DIC dilakukan pemeriksaan di ruang berbeda Kejari Kabupaten Bengkalis. Pemeriksaan tiga orang PPTK tersebut baru kelar hingga malam.

Tidak cuma soal SK PPTK, penyidik Pidana Khusus Kejari Bengkalis mencerca Hadi P tentang standarisasi tiang pancang beton pondasi mega proyek DIC, dan diduga jauh dari kata standar SNI.

Seperti pejabat pada umumnya selepas diperiksa aparat penegak hukum. saat keluar dari ruang penyidik, Hadi P tidak memberikan statemen apapun dan terkesan menghindari wartawan yang sudah menunggu.

"Maaf, saya buru buru," sebutnya.

Dugaan korupsi pembangunan DIC yang berada di kawasan Jalan Lingkar Barat Duri terendus dari temuan BPK - RI Perwakilan Riau, yang mendapati adanya kelebihan bayar senilai Rp1,8 miliar.

Proyek itu dikerjakan PT Luxindo Putra Mandiri ini sempat dilaporkan LSM, sebelum adanya upaya pengembalian uang hasil temuan BPK-RI.

Soal tiang pancang proyek DIC dicetak secara manual di sebelah kanan salah satu rumah toko di bilangan Jalan Siak, Kecamatan Bathin Solapan. Lokasi tempat mencetak tiang pancang proyek DIC, belakangan diketahui bernama Along (Hendri) dulu sempat viral dann populer "Bapak Pembangunan Kabupaten Bengkalis".

Editor : Sahdan

Berita Terkait