Dampak Siklon Tropis Seroja, Total 8.424 Warga NTT Mengungsi

Jakarta, katakabar.com - Cuaca ekstrem dampak siklon tropis Seroja masih berpotensi terjadi di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari ke depan. Beberapa bencana yang terjadi dinakhir pekan lalu memicu pengungsian lebih dari 8.000 warga setempat.

Dari data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, pada Senin (5/6) sekitar pukul 23.00 WIB, malam kemarin sebanyak 2.019 Kepala Keluarga (KK) atau 8.424 warga mengungsi, serta 1.083 Kepala Keluarga (KK) atau 2.683 warga lainnya terdampak.

Pemerintah daerah terus memutakhirkan data dari kaji cepat di lapangan. Warga yang mengungsi tersebar di lima kabupaten di wilayah Provinsi NTT.

Pengungsian terbesar diidentifikasi berada di Kabupaten Sumba Timur dengan jumlah 7.212 jiwa (1.803 KK) , Lembata 958, Rote Ndao 672 (153 KK), Sumba Barat 284 (63 KK) dan Flores Timur 256.

Siklon tropis ini berdampak di 8 wilayah administrasi kabupaten dan kota, meliputi Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao dan Alor.

Total warga meninggal dunia (MD) berjumlah 128 warga meninggal dunia selama cuaca ekstrem berlangsung di beberapa wilayah tersebut, dengan rincian Kabupaten Lembata 67 orang, Flores Timur 49, dan Alor 12.

Total korban hilang mencapai 72 orang, dengan rincian Kabupaten Alor 28 orang, Flores Timur 23, dan Lembata 21.

Bencana cuaca ekstrem di beberapa wilayah tadi, berdampak pada sejumlah kerugian dengan total 1.962 unit rumah terdampak, 119 unit rumah rusak berat (RB), 118 unit rumah rusak sedang (RS) dan 34 unit rumah rusak ringan (RR), sedangkan fasilitas umum (fasum) 14 unit RB, 1 RR dan 84 unit lain terdampak.

Berikut ini rincian kerusakan sektor pemukiman, di Kota Kupang sebanyak 10 unit rumah RS, dan 657 unit rumah terdampak, Kabupaten Flores Timur rinciannya 82 unit rumah RB, 34 unit rumah RR, 97 unit rumah terdampak, dan 8 unit fasum RB.

Selanjutnya di Kabupaten Malaka, 1.154 unit rumah terdampak, dan 65 fasum terdampak, Kabupaten Ngada, 4 unit rumah RB, 2 unit rumah RS, dan 1 fasum terdampak, di Kabupaten Sumba Barat sebanyak 54 unit rumah terdampak, Kabupaten Sumba Timur total 7 fasum terdampak

Selain itu, Kabupaten Rote Ndao sebanyak 12 unit rumah RB, Kabupaten Alor 21 unit rumah RB, 106 unit rumah RS, 6 fasum RB, 1 fasum RR, dan 11 fasum terdampak.

Setelah kejadian, BPBD kabupaten dan kota dibantu dengan multipihak masih terus melakukan penanganan darurat bencana, seperti evakuasi, penyelamatan, pelayanan di pengungsian, distribusi logistik maupun pembukaan akses ke wilayah terisolir. Kementerian dan lembaga di bawah kendali BNPB juga memberikan dukungan kepada pemerintah daerah terdampak siklon tropis tersebut.


Sumber: Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati. 

Editor : Sahdan

Berita Terkait