Dan Tersangka Pembakar Lahan Akhirnya Divonis Bebas

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Masih jelas dalam ingatan, petani kecil warga Desa Muara Musu Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Irwan umur 21 Tahun, tersangka pembakar lahan akhirnya menghirup udara segar.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pengaraian vonis Irwan dengan kurungan pidana Enam Bulan Lima Belas hari.

Dari putusan vonis, seteah dipotong masa tahanan terdakwa Irwan yang ditahan Polres Rohul sejak 20 Agustus 2019 lalu hingga 2 Maret 2020 kemarin, dan akhirnya bebas.

Pada sidang putusan terdakwa kasus Pembakaran Hutan dan Lahan itu, tampak Irwan keluar pakai peci putih. Ia ditemani ibu tercinta menanti vonis hakim yang seadil-adilnya.

Ketua Majelis Hakim, Sunoto, Hakim Anggota, Adhika Budi Prasetyo, Ellen Yolanda Sinaga serta dibantu Panitera, Aryananda serta Jaksa Penuntut Umum (JPU), Jenti Siburian turut hadir.

Humas Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian, Irpan Hasan Lubis mengatakan, putusan majelis hakim sudah berdasarkan fakta-fakta persidangan, Irwan dalam persidangan dinyatakan bersalah melanggar undang-undang perkebunan. Dimana terdakwa membuka lahan dengan cara membakar.

Tapi, dalam persidangan hakim mempertimbangkan aspek-aspek yang meringankan terdakwa, seperti bersangkutan merupakan tulang punggung keluarga, belum pernah terjerat hukum dan mengakui perbuatannya serta koperatif.

“Kami mengimbau agar kasus Irwan dijadikan pembelajaran bagi petani yang ada di Kabupaten Rokan Hulu. Dalam membuka lahan jangan melanggar hukum, seperti dengan cara tidak membakar,” seru Irpan.

"Saya lega atas putusan yang majelis hakim. Terim kasih kepada majelis sudah mengeluarkan putusan yang seadil-adilnya," kata Irwan singkat.

Penasehat hukum Irwan, Andri SH kepada katakabar.com diujung telepon selulernya, Selasa (3/3) mengatakan, menghormati putusan hakim dalam mempertimbangkan fakta hukum itu sendiri.

Bercermin dari kasus Irwan tersebut sebenarnya tidak boleh asal menangkap atau menahan orang untuk bertani. Kita prihatin dengan nasib petani. Mereka takut untuk bertani dengan membuka lahan dengan cara membakar.

Pemerintah eloknya hadir penuhi kebutuhan petani, seperti sediakan sarana pertanian, biar tidak ada lagi kriminalisasi terhadap petani yang membuka lahan sesuai dengan kearifan lokalnya masing-masing.

Editor : Sahdan

Berita Terkait