Soal Utang Ekologis

Degradasi Hutan Imbas Heli Rig Caltex

Bengkalis, katakabar.com - Degradasi hutan di blok rokan dimulai Tahun 1960 lampau, sebagian besar kegiatan eksploitasi migas oleh PT Caltex masih didominasi kegiatan pengeboran yang menggunakan Heli.

Helikopter digunakan oleh PT Caltex untuk melakukan operasi pengeboran di medan sulit di tengah hutan belantara, sebab terbatasnya akses darat.

"Kegiatan ini menjadi salah satu penyebab terjadinya degradasi hutan akibatnya terbentuk geape atau rumpang atau lubang lubang kosong di tengah hutan."

Degradasi adalah keadaan dimana hutan yang menurun tingkat anekaragam Flora dan Fauna disebabkan dari adanya penebangan pohon secara terus menerus atau cuaca alam yang tidak menentu sehingga terjadinya penurunan jumlah flora maupun fauna yang sangat besar dan mengakibatkan penurunan keanekaragaman hayati, ujar Penulis Buku 'Duri Tanah Air Baru Amerika', Agung Marsudi kepada katakabar.com di Duri, Jumat (14/8) kemarin.

Diceritakan Agung Marsudi, kegiatan itu diawali dengan survey seicmic dilanjutkan dengan penebangan hutan untuk landasan heli sehingga kegiatan operasional bisa dilakukan.

Penebangan hutan itu dilakukan dengan pembabatan yang cukup luas, disamping untuk kegiatan pengeboran tapi digunakan pendukung yang lain.

Sebelum pembabatan hutan untuk kegiatan pengeboran lebih dulu dilakukan pembuat koridor hutan. Hampir semua kegiatan itu membuat terjadinya degradasi hutan yang merusak ekosistem mikro dan itu terjadi hampir seluruh konsesi tambang Caltex.

"Bisa diabayangkan, berapa nilai kerugian dari dampak ekologis yang disebabkan kegiatan Heli Rig Caltex. Dengan pembabatan itu hingga memusnahkan berbagai bermacam jenis flora dan fauna. Tanaman hutan riau bernilai ekonomi, berkhasiat obat, nilai kayu, tanaman endemik bernilai estetika tinggi, pohon untuk bersarang lebah madu terkenal di Riau, serta habitat bagi satwa langka terancam punah seperti, Gajah, Burung dan Harimau Sumatera."

Jika diuangkan kerugian itu tidak akan bisa dibayar untuk mengembalikan ekosistem semula jadi. Bahkan per seratus ribu hektar hutan konsesi Caltex itu dengan hitungan sederhana lebih dari Rp25 miliar untuk hilangnya bahan mentah dan bahan makanan, Rp30 miliar lebih akibat kehilangan sumber daya genetik, dan Rp70 miliar lebih akibat kerugian ekosistem mikro. Bersambung...



Editor : Sahdan

Berita Terkait