Demonstran Taruh Makanan Anjing & Coret Markas Besar Polisi Thailand

Katakabar.com - Demonstran anti pemerintah melemparkan cat dan membuat grafiti di markas kepolisian nasional Thailand di Bangkok pada Rabu malam, sehari setelah puluhan terluka ketika polisi menembakkan gas air mata dan water cannon ke arah demonstran. Hal ini menjadi kekerasan terburuk selama unjuk rasa yang telah berlangsung berbulan-bulan.

Unjuk rasa yang dipimpin mahasiswa menuntut perubahan konstitusi yang disusun militer dan pengunduran diri Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, yang mulai berkuasa sejak kudeta 2014. Mereka juga menyerukan reformasi kerajaan, salah satu hal tabu untuk disuarakan di Thailand selama bertahun-tahun.

Pada Rabu, sekitar 10 ribu orang berkumpul di persimpangan Ratchaprasong, yang merupakan distrik komersial dan pusat perbelanjaan di Bangkok, sebelum mereka berjalan ke markas kepolisian nasional. Para pengunjuk rasa dipimpin seseorang berpakaian badut dan parade bebek karet raksasa.

Mereka juga didampingi seorang biksu Buddha yang mengacungkan tiga jari yang terinspirasi serial film The Hunger Games yang menjadi simbol gerakan unjuk rasa.

Unjuk rasa pada Rabu dilakukan sehari setelah terjadi bentrokan, saat polisi menembakkan gas air mata dan water cannon ke arah pengunjuk rasa yang mencoba menuju gedung parlemen, di mana para legislator mulai membahas kemungkinan perubahan konstitusi.

"Kami datang ke sini hanya karena kemarahan kami," ujar salah seorang pemimpin unjuk rasa, Panusaya ‘Rung’ Sithijirawattanakul, dilansir Aljazeera, Kamis (19/11).

Para pengunjuk rasa meneriakkan "Budak tirani!" di luar markas kepolisian, sembari menaruh makanan anjing di gerbang. Bagian luar markas tersebut dengan cepat berubah dengan perpaduan warna yang kacau dan grafiti anti monarki yang dicoretkan para demonstran.

Banyak para pengunjuk rasa menggunakan helm, kacamata, dan masker anti gas air mata untuk melindungi diri. Bebek karet berwarna kuning juga digunakan sebagai perisai. Polisi membuat barikade di dalam markas kepolisian dan tak berupaya menghentikan para demonstran.

Juru bicara kepolisian, Kissana Phathanacharoen mengatakan para pengunjuk rasa telah merusak properti publik dan akan diajukan tuntutan.

Unjuk rasa telah berlangsung damai, tapi Rumah Sakit Erawan Bangkok mengatakan sedikitnya 55 orang terluka pada Selasa, 32 orang mengalami sesak napas karena menghirup gas air mata dan enam orang mengalami luka tembak. Belum jelas siapa yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

Parlemen Kabulkan Tuntutan Demonstran

Pada Selasa, anggota parlemen Thailand memperdebatkan kemungkinan perubahan konstitusi rancangan militer saat para pengunjuk rasa bentrok dengan polisi.

Anggota parlemen membahas beberapa usulan perubahan konstitusional, yang sebagian besar akan mengesampingkan kemungkinan mengubah peran kerajaan.

Salah satu usulan yaitu upaya mengganti anggota Senat yang ditunjuk militer dengan perwakilan yang dipilih langsung. Seperti diketahui, dukungan Senat yang memungkinkan Prayut untuk tetap berkuasa setelah pemilihan tahun lalu.

Parlemen melakukan voting pada Rabu (18/11) di mana amandemen akan dibahas lebih lanjut.

 

Merdeka.com

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait