Karhutla Tanggungjawab Bersama

Dewan, Perusahaan Bisa Ikut Andil Lewat Program CSR

Bengkalis, katakabar.com - Pekan pertama Maret 2020, Komisi I DPRD Bengkalis mengundang beberapa perusahaan yang di Kabupaten Bengkalis untuk bekerja sama menanggulangi bencana, khususnya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Bengkalis.

Beberapa perusahaan yang diundang meliputi, PT BOB, PT SSS Siak Kecil, PT Surya Dumai, PT Meskom Sejati, PT Rifansi Dwi Putra, PT Pertamina UP II, PT Arara Abadi, PT Pelindo I Cabang Dumai, PT Adei, PT Bukit Batu Hutani Alam, PT Sekato Pratama Makmur dan PT Satria Perkasa Agung.

Seluruh peserta rapat diminta untuk memberikan solusi soal penanganan Karhutla ini, ujar Aryanto membuka rapat.

Perusahaan lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) membantu Kabupaten Bengkalis untuk menanggulangi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), seperti alat pemadam kebakaran.

Standarnya setiap Kecamatan mesti punya alat itu. Lihat sudah 11 hari Kapolres di Pulau Rupat dengan alat pemadaman berupa mesin dengan kondisi cukup memprihatinkan.

Itu sebabnya, diundang perusahaan-perusahaan hadir dengan jiwa besar bersama-sama mencari solusi masalah Karhutla. Harapannya, mesin pompa bisa terealisasi dalam waktu dekat, kata Ketua Komisi I DPRD Bengkalis, Zuhandi.

Al Azmi dan Ketua Komisi III, H Adri turut hadir dalam rapat sependapat, bantuan peralatan kebakaran menunggu konfirmasi dari perusahan dengan bekerja sama dengan dinas terkait. Segera ditindaklanjuti, Karhutla tanggung jawab bersama."

Anggota Komisi I, Sanusi memberi apresiasi buat perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Bengkalis mau mensupport lewat program CSR,

"Saya minta kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk mengiventarisir perusahaan-perusahaan yang menjalankan kontrak di Chevron. Berapa perusahaan yang masih aktif hingga 2021 nanti, sebab tanggung jawab pemerintah daerah langkah yang mau diambil ke depan. Apakah ada forum khusus bakal menangangi dan menanggulangi Karhutla," tukasnya.

Perusahaan yang hadir saat itu, seluruhnya memberikan dukungan kepada program pemerintah daerah untuk menangani Karhutla. Bahkan sebagian dari perusahaan yang hadir sebenarnya sudah melakukan beberapa penanganan seperti pembentukan MPA (Masyarakat Peduli Api) dibekali peralatan yang memadai dan program-program lainnya.

Soal bantuan peralatan untuk setiap kecamatan perwakilan perusahaan bakal mengkonfirmasi kembali dan memberi jawaban dalam waktu Dua pekan ke depan setelah rapat.

Editor : Sahdan

Berita Terkait