Diduga Lakukan Penganiayaan, Oknum Polisi di Rohul Dilaporkan ke Propam Polda Riau

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Seorang oknum polisi yang bertugas di Mapolsek Kunto Darussalam, Rokan Hulu dilaporkan ke Bidang Propam Polda Riau atas dugaan penganiayaan saat tengah memeriksa tersangka kasus penggelapan. Bahkan, pelanggaran HAM itu diduga dilakukan di rumah pelaku dan turut disaksikan oleh anak serta istrinya.

Oknum Polisi yang dilaporkan itu merupakan penyidik unit reserse kriminal di Mapolsek Kunto Darussalam. Dalam perkara ini, Veky Syamsi, penasehat hukum korban mengatakan oknum tersebut diduga menganiaya Sukardi, warga kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu yang disebut telah melakukan penggelapan truk.

Namun, Veky menepis tuduhan kepolisian bahwa kliennya Sukardi merupakan pelaku kejahatan.

Ia mengklaim justru kliennya yang jadi korban kejahatan. Sebab itu pihaknya melaporkan penyidik Polsek Kunto Darussalam ke Propam Polda Riau  pada12 Mei 2020 lalu. Dalam aduan tersebut, ia mengatakan telah terjadi pelanggaran Perkap Kapolri No 14 Tahun 2012 tentang menejemen tindak pidana.

Veky menceritakan kronologis atas dugaan tuduhan kasus penggelapan mobil yang dituduhkan kepada kliennya Sukardi. Ia menyebut, sebelumnya telah terjadi transaksi jual beli mobil Hino Dutro BM 8039 UO antara Sukardi dan seorang warga bernama Ardi. Bahkan, bukti pembayaran uang tunai sebesar Rp50 juta telah dilengkapi dengan kuitansi pembayaran.

"Nah, kami menduga oknum penyidik Reskrim Polsek Kunto Darussalam telah melakukan pelanggaran terhadap Perkab Kapolri No 14 Tahun 2012 tentang menejemen penyidikan. Dimana, pemberi kuasa istri Sukardi tidak pernah dipanggil sebagai saksi. Cara penangkapan tersangka dengan cara yang tidak wajar manusiawi," kata Veky kepada katakabar.com, Sabtu.

Kemudian, dalam penangkapan tersebut pihaknya menduga juga telah melanggar Hak Asasi Manusi (HAM) dan tak berperikemanusiaan karena kliennya dianiaya dihadapan anak-anaknya yang masih dibawah umur dan tidak disertai perintah tangkap.

"Kami meminta Kapolda Riau untuk membentuk tim khusus terhadap perkara yang di alami oleh suami pemberi kuasa yakni Karwati. Kami menduga penyidik Polsek Kunto Darussalam telah bersekong-kol dengan pelapor untuk mengkriminalisasi Sukardi. Dan ironisnya, pelapor ikut serta melakukan penganiayaan tehadap Sukardi pada malam penjemputan," katanya lagi.

Pihaknya berpendapat dan membuat legal standing pelapor sebagai korban tak memenuhi unsur, karena pelapor telah menjual mobil yang dituduhkan telah digelapkan oleh suami pemberi kuasa. Sebab mobil yang dimaksud bukan dititip atau dipinjam, tetapi telah dijual kepada Sukardi dengan cara over kredit.

Dimana kata Veky, Sukardi mengembalikan down payment (DP) sebesar Rp 50.000.000 juta dengan bukti kwitansi terlampir pada tanggal 16 Januari 2020. Juga disertai bukti photo pelapor pemilik sebelumnya ketika menandatangi kwitansi bukti menerima uang DP.

"Itulah yang terjadi, kesalahan Sukardi adalah menunggak membayar angsuran kredit mobil yang dimaksudkan. Meskinya jika ini terjadi yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan penarikan mobil oleh pihak Finance atau perusahaan leasingdati tangan Sukardi. Bukan melaporkan dan menjadikan Sukardi sebagai tersangka, apalagi dengan tuduhan penggelapan dan penipuan," tegasnya.

Dengan tegas Veky mengatakan, seharusnya yang lebih tepat melakukan pelaporan adalah pihak leasing dan terlapornya adalah Ardi karena telah menjual dan memindah tangankan mobil leasing ke pihak lain.

"Kami menganggap sangat janggal apabila saudara Ardi yang menjadi korban, karena dia telah menerima pengembalian DP dari Sukardi. Itulah alasannya klien kita istri Sukardi melapor ke Bapak Kapolda Riau tentang dugaan pelanggaran Perkap Kapolri No 14 tahun 2012 soal manejemen penyidikan tindak pidana yang dilakukan oleh pihak Polsek Kunto Darussalam yang telah menahan dan menangkap Sukardi," katanya.

Sementara itu Kapolsek Kunto Darussalam AKP Sihol Sitinjak, SH ketika dikonfirmasi terkait laporan anggotanya ke Propam Polda belum bersedia menjawab katakabar.com. Baik telfon maupun pesan singkat via aplikasi WhatsApp belum direspon hingga berita ini diturunkan.

Editor : Anggi

Berita Terkait