Diduga Pedofil, Honorer Bapelkes Batam Ditangkap

Batam, katakabar.com - Kepala Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Asep Zainal Mustofa, tak pernah menyangka kalau bawahannya, Rahmad Hidayat akan bikin gempar instansi yang dia pimpin.

Lelaki 38 tahun yang sudah 10 tahun berstatus honorer di bagian Tata Usaha itu bukan menoreh prestasi, tapi justru ketahuan jadi pedofil!

"Saya sangat kaget, soalnya dalam keseharian dia biasa saja, enggak ada gelagat mencurigakan. Dia masih lajang. Kasus ini jadi pukulan berat bagi Bapelkes," katanya di Batam, Jumat (20/11) 

Kemarin, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bersama Ditreskrimum Polda Kepri datang menjemput Rahmat  di kantornya. Orang yang ada di kantor itu pun sontak heboh. 

Alasan polisi menjemput Rahmad lantaran lelaki ini diduga telah melakukan tindakan asusila kepada anak-anak.

Celakanya perbuatan itu sudah lama dia lakukan, dia rekam dan foto pula, lalu dia simpan didrive surat elektronik dan dikirim ke sosial media dan komunitasnya. 

Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Darmanto cerita, Rahmad mencabuli kakak beradik Et (11 tahun) dan Mc (9 Tahun) di rumah kakak beradik itu di kawasan Tanjung Uncang.

Aksi pencabulan itu diabadikan melalui foto dan video kemudian diupload di google drive.  

"Dia juga mendistribusikan konten video pornonya ke media elektronik. Di dalam media elektroniknya ditemukan 450 konten pornografi yang diduga telah dipublikasikan ke dalam komunitas tersangka," katanya, Jumat (20/11) di Batam. 

Lebih jauh Arie menyebut, dalam penangkapan itu pihaknya mendapati bukti tersangka telah mengunduh dan mengupload video dan foto pornografi anak ke dalam akun google drive scorpionshink@gmail sebanyak 450 konten. Diduga sebagian besar konten pornografi yang ada itu merupakan hasil perbuatanya. 

"Polisi juga menyita barang bukti beberapa unit laptop, empat unit telepon seluler, sim card, kamera dan flask disk. Itu dipakai untuk menyimpan video dan foto pornografi anak. Dia dibawa personil Bareskrim Polri untuk mengungkap jaringan kriminal itu," ujarnya. 

Editor : Aziz

Berita Terkait