Buruh Dikurung dan Disekap

Dimana Nurani Kalian, Buruh Baru Diduga Mencuri

Bathin Solapan, katakabar.com - Kasus penyekapan dan penganiayaan seorang karyawan PT Indrillco Bakti (IDB) di kilometer 8 Jalan Lintas Duri-Dumai Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis, dilakukan bos perusahaan berbuntut panjang.

Lantaran tindakan penyekapan selama hampir 2 bulan yang dialami Syafrizal dinilai tidak manusiawi, apalagi kasusnya diduga meencuri di lokasi kerja.

Pimpinan DPRD Provinsi Riau, Asri Auzar turun gunung bersama rombongan dan Pengawas Tenaga Kerja Provinsi Riau, weekend kemarin.

Politisi partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono turun ke perusahaan yang berada di Duri, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, untuk mencari tahu persoalan dan membentuk Team Pencari Fakta (TPF) tentang kasus itu.

Kami sayangkan, tindakan perusahaan mengurung dan menganiaya pekerja dua bulan, hingga korban berlebaran disekap di sini. Dimana hati nurani kalian! Tegas Wakil DPRD Provinsi Riau, Asri Auzar saat bertemu dan berdialog dengan manajemen perusahaan.

Buruh diketahui disekap dari 14 April 2020 lalu, ditengarai korban dituduh mencuri aset perusahaan. Pihak perusahaan kangkangi hukum yang berlaku dan main hakim sendiri, bahkan berani kurung dan aniaya pekerjanya hampir dua bulan lamanya.

"Pihak perusahaan sudah melecehkan tugas kepolisian yang berwenang tangani perkara itu. Tapi Polisi kita segera cepat dan melakukan pembebasan terhadap pekerja, apresiasi buat polisi," ujarnya.

Soal tuduhan buruh perusahaan diduga mencuri masih dalam penyelidikan polisi. Project Manager PT Indrillco Bakti, Muhammad Ali dituding melakukan aksi main hakim sendiri dan sudah dijebloskan ke dalam sel tahanan di Mapolsek Mandau, Polres Bengkalis. 

"Saya bakal rekomendasikan perusahaan untuk tidak boleh beroperasi lagi di bumi lancang kuning," jelas pimpinan DPRD Riau ini.

Manager Area, M R Mooduto dilokasi menjelaskan, ada kejadian pencurian terakhir pada 3 April 2020 lalu. telah diamankan

Beberapa oknum karyawan sudah diamankan, salah satu diduga pelaku berinisial S. Saat itu pelaku diamankan dan diinterogasi salah satu karyawan PT IDB untuk mendapatkan informasi keterlibatan pihak lain sebelum diserahkan kepada pihak berwajib.

 "Dari interogasi, karyawan PT IDB bertindak sendiri dalam melakukan kontak fisik terhadap salah satu pelaku pencurian. Ini diluar kendali dan tanpa sepengetahuan Manajemen IDB," kata manajemen PT IDB.

Perwakilan Hulubalang Melayu, Muhammad Erizal menimpali, mereka meminta agar perusahaan lebih menghormati masyarakat dan para pekerja, terutama anak-anak Melayu.

"Jangan semena-mena, negeri ini punya adat dan aturan. Apa yang dilakukan PT IDB melukai hati masyarakat. Semalam kasus Bongku, mencuat pula kasus ini, lebih saling menghormati," ujarnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait