Menjelang Ramadhan 2020

Dinas Koperasi UKM dan Perindag Pantau Harga Barang

Pelalawan, katakabar.com - Menghadapi Bulan Suci Ramadhan 1441 Hijriyah, Tahun 2020 Masehi, Dinas Koperasi UKM dan Perindag  Kabupaten Pelalawan, membentuk Tim Terpadu Pemantauan Barang yang diatur tata niaganya sesuai Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. 

"Tim terpadu dibentuk bertujuan untuk memantau stok barang-barang pokok masyarakat atau bapokmas di pasaran. kata Kepala Dinas Koperasi UKM dan Disperindag Pelalawan, H Fakhrizal kepada katakabar.com lewat Whatshapp di Pangkalan Kerinci Kamis (19/03).

Tugas lain Tim Terpadu ujar Fakhrizal, untuk mengantisipasi tidak terjdinya kelangkaan dan penimbunan barang-barang pokok masyarakat oleh spekulan yang tidak bertanggungjawab dan mengambil keuntungan sepihak disebabkan dampak virus corona dan memasuki bulan suci ramadhan 1441 Hijiryah, Tahun 2020 Masehi.

"Pemantauan harga barang di pasaran sasarannya, toko, grosir, toko moderen se Kabupaten Pelalawan, apakah harga barang dalam kondisi stabil."

Harga barang yang sudah diatur tata niaganya dipantau, seperti masa berlaku, kemasan yang baik, barang yang tidak layak jual serta gas LPG 3 kilogram sudah ditetapkan Hetnya berdasarkan Keputusan Bupati Pelalawan, jelasnya. 

Tim Terpadu melakukan pemantauan harga barang salah satu fokusnya si Kecamatan Pangkalan Kerinci meliputi, Pasar baru, Pusat pertokoan di sepanjang Jalan Lintas Timur dan Jalan Seminai.

Di sana, Tim menemukan barang yang tidak layak dijual, masa berlaku sudah kadaluarsa dan dilakukan penyitaan oleh PPNS Satpol PP. 

Selanjutnya Tim melakukan pembinaan kepada pemilik usaha agar mematuhi peraturan yang berlaku khususnya Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Peraturan Teknis Lainnya.

"Ketersediaan bapokmas masih dalam kondisi stabil dan terkendali. Begitu kondisi stok masih terjamin. Kenaikan harga yang fluktuaktif terjadi pada gula berkisar Rp16 hingg Rp17 ribu, semulanya cuma Rp12 ribu," rincinya.

Tim terus memantau hingga ke 12 Kecamatan. Menghadapi kasus Corona dan menghadapi Bulan Suci Ramadhan Tahun ini mudah-mudahan tidak menimbulkan spekulasi harga barang dan kelangkaan barang pokok masyarakat tidak terjadi di Pelalawan.

Ditegaskan Fakhrizal, kepada para pedagang  tidak menimbun barang pokok dan menjual dengan harga yang tinggi bisa pemicu gejolak dan resah masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Pelalawan. 

Bila terjadi, Tiim siap bertinda sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Tim Terpadu Pemantauan Barang diketua Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, H Atmonadi, Kadis Koperasi UKM Perindag, H Fakhrizal, Ka Satpol PP, Abu Bakar, Kabid Ekonomi Bappeda Arizon Nur, DPMPTSP, Kesbangpolinmas serta Penyidik PPNS Satpol PP.

Editor : Sahdan

Berita Terkait