Diresmikan, Pabrik Baru Polyethylene Cilegon Bisa Hemat Devisa Rp 8 Triliun

  • Reporter:
  • 07 Desember 2019, 09:53:45 WIB
  • Ekonomi

Banten, katakabar.com - Pemerintah makin gencar mendorong tumbuhnya industri kimia di dalam negeri sebab, produk yang dihasilkannya terserap banyak sektor lain di dalam negeri. Apalagi sesuai pula dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0. Memasukkan industri kimia menjadi salah satu sektor manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan agar lebih berdaya saing global di tengah era industri 4.0.

“Industri kimia dikategorikan sebagai mother of industry, karena mampu menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku di banyak sektor manufaktur lainnya seperti, industri kemasan, tekstil, alat rumah tangga hingga komponen otomotif dan elektronika", kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita lewar siaran persnya dilansir dari Situs Resmi Kemenperin di Peresmian Pabrik Baru Polyethylene PT Chandra Asri Petrochemical Tbk di Cilegon, Banten, kemarin.

Pabrik baru senilai USD380 Juta ini diresmikan langsung Presiden Joko Widodo. Dengan beroperasinya pabrik dapat menekan impor yang membebani neraca perdagangan Indonesia. Produk polyethylene umumnya digunakan untuk bahan baku pendukung infrastruktur, pipa air, kabel listrik, kemasan makanan, peralatan rumah tangga serta lainnya.

Apresiasi kepada PT Chandra Asri Petrochemical Tbk sudah menyelesaikan pembangunan pabrik baru polyethylene beroperasi komersial mulai Bulan Desember 2019, dengan kapasitas sebesar 400 Ribu Ton per Tahun, menjadi total kapasitas sebesar 736 Ribu Ton per Tahun, ujar Menperin.

Kata Agus, berdirinya pabrik baru polyethylene ini, patut berharap Indonesia mampu mensubstitusi impor produk polyethylene dengan volume sebanyak 400 Ribu Ton per Tahun. Beroperasinya pabrik ini berpotensi menghemat devisa mencapai Rp 8 Triliun dan berpeluang menciptakan lapangan kerja baru di industri plastik hilir sebanyak 17.500-25.000 orang.

Kebutuhan domestik saat ini sebut Agus, terhadap polyethylene mencapai 1,6 Juta Ton per Tahun. Indonesia baru memiliki pabrik polyethylene eksisting dengan kapasitas total sebesar 780 Ribu Ton per Tahun.

Beroperasinya pabrik berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo untuk terus menggenjot investasi dan hilirisasi sektor industri. Upaya strategis bisa meningkatkan perekonomian nasional secara fundamental. Penghematan devisa dari substitusi impor dan bisa memperbaiki neraca perdagangan lantaran berorientasi ekspor.

Editor : Sahdan

Berita Terkait