DLH Pelalawan Ambil Sample Air Sungai Kerumutan, Uji Lab 10 Hari

Pelalawan, katakabar.com - Terkait Air Sungai Kerumutan yang membelah Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, berubah berwarna menjadi hitam. Sungai yang melintasi beberapa Desa, salah satunya Desa Lubuk Raja diduga berasal dari limbah milik perusahaan kebun kelapa sawit PT Serikat Putra mengeluarkan bau tidak sedap.

Di lokasi sungai, terlihat air yang berwarna hitam dan beraroma bau busuk dan tercium hingga mencapai radius 500 meter.

Soal limbah tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH )telah diturunkan ke lokasi untuk melakukan investigasi awal dan pemantauan kondisi di lapangan.

"Anggota sudah turunkan ke lapangan. Ada tiga orang dari bidang Penataan dan Pemeliharaan Lingkungan Seksi Penegakan Hukum," kata Kepala DLH Pelalawan, Eko Novitra, kepada katakabar.com, Kamis (30/7).

Eko Novitra menyebutkan, limbah tersebut berasal dari Line Aplikasi(LA) pengolahan limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Serikat Putra yang bocor, berlokasi di Desa Sialang Godang Kecamatan Bandar Petalangan.

Namun jumlah titik kebocoran, besaran, serta volume limbah yang mencemari Sungai belum didapatkan. Hal itu akan diketahui setelah tim DLH pulang dari lapangan dan membawa berita acara.

Tim DLH telah mengambil lima sampel air sungai yang diduga tercemar limbah dari lima titik tertentu. Sampel itu akan langsung dibawa pulang untuk diantar ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan.

Sungai Kerumutan di Kelurahan Rawang Empat Kecamatan Bandar Petalangan, Pelalawan diduga tercemar limbah pabrik kelapa sawit pada Selasa (28/7/2020), limbah diperiksakan ke lab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau.

"Jika pelapor dan pihak perusahaan ingin bersama-sama ikut mengantarkan sampelnya, silahkan. Agar tidak ada kecurigaan satu sama lain. Diperkirakan, hasil pemeriksaan akan keluar paling lama dua pekan ke depan,” tandas Eko.

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait