DPRD dan KBPP Polri Medan Nilai Parkir KIM I dan Pelabuhan Belawan Berdampak Bocornya PAD

Medan | Katakabar
Ada 9 sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD), Kota Medan, salah satunya PAD parkir yang ditarget mencapai Rp10 milyar.

Oleh karenanya, Walikota Medan, Bobby Afif Nasution, meluncurkan program e-parkir guna mendongkrak peningkatan PAD hingga tahun depan mencapai peningkatan Rp800 Milyar sehingga   PAD ditetapkan tahun 2022 mencapai Rp2,5 triliun.

Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan sangat optimis akan capaian target PAD tahun 2022, seperti diutarakan Kepala BPPRD Benny Sinomba Siregar baru-baru ini.

Menurutnya, ada 9 sektor sumber PAD di tahun 2022, yakni;

1. Pajak Bumi Bangunan (PBB) Rp 370 miliar
2. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Rp 230 miliarmiliar
3. Pajak Hotel Rp 164 miliar
4. Pajak Restoran Rp 97 miliar
5. Pajak Hiburan Rp 34 miliar
6. Parkir Rp 10 miliar
7. Reklame Rp 36 miliar
8. Air Bawah Tanah (ABT) Rp 3 miliar
9. Pajak Penerangan Jalan Rp 60 miliar.

Target PAD Kota Medan, Ketua Komisi IV DPRD Medan Haris Kelana Damanik  ST, justru mempertanyakan realisasinya, khususnya PAD parkir dari Kawasan Industri Medan (KIM) I dan kawasan Pelabuhan Belawan.

Haris menilai retribusi parkir dari dua kawasan tersebut belum maksimal dan diduga mengalami kebocoran.

Komisi IV DPRD Medan berharap agar Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan selaku konterpart  mampu terus menggali potensi PAD dengan melakukan penerapan E-Parking  disemua titik Kota Medan.

Di KIM I dan Pelabuhan Belawan, kata Haris harus diberlakukan penerapan E- Parkir, sehingga perolehan retribusi dapat maksimal dan terhindar dari kebocoran.

"Dua lokasi ini sangat potensi besar menyumbang PAD dari sektor parkir. Kita minta Dishub Medan melakukan evaluasi upaya peningkatan PAD sektor parkir di KIM dan Pelabuhan Belawan yang selama ini belum maksimal,” ujar Haris.

Senada dengan Haris, Ketua KBPP Polri Resor Medan, H Ade Suherman SE MSi MH sangat mendukung dan sudah selayaknya penerapan e-parkir diterapkan di seluruh Kota Medan.

"Jadi dengan penerapan e parkir,  tidak ada oknum yang mengelola parkir pribadi, yang keuntungannya masuk kantong pribadi. Jika dibuat e-parkir, kebocoran PAD dapat di minimalisir. Pemko Medan harus segera mewujudkannya, " ujar Ade mendukung.

Selain itu, Ade juga menghimbau Dishub agar  Trafick Light  yang mati agar segera difungsikan. Pasalnya dengan matinya trafik light akan menambah pengeluaran pengendara, karena para pengatur lalin partikulir (pak ogah) akan minta jasa minimal dua ribu bahkan lebih.

Ade juga berpesan agar makna kolaborasi tidak hanya hiasan kata di mulut /lips service atau jargon tulisan. Tapi maknai kolaborasi bagaimana memicu partisipasi masyarakat untuk berperan aktif bersama sama dengan pemerintah kota dan semua akan berdampak positif apabila terjalinnya rasa TRUST (Percaya) serta kebersamaan.

Editor : Dedi

Berita Terkait