Duhai Suami, Teladani Rasul Dalam Membahagiakan Istri

Katakabar - Seorang istri harus mampu jadi orang yang lebih kuat sebab, menyandang status sebagai istri tidak mudah seperti apa yang dibayangkan.

Jika, istri dapat melaksanakan kewajiban terhadap suami dan ikhlas melakukannya bakal terasa mudah. Contohnya, istri mesti tidur larut malam dan bangun lebih pagi.

Seorang bertugas mengurusi keluarga baik suami dan anak anak makanya istri mesti bangun lebih pagi guna mempersiapkan sarapan pagi buat keluarga. Begitu suami bangun pagi, makanan sudah tersedia dan cukup repot mengurus anak anak hendak berangkat ke sekolah.

Tak hanya itu, setelah suami berangkat kerja dan anak-anak sudah berangkat ke sekolah. Istri harus mencuci pakaian, belanja, dan memasak untuk makan siang keluarga.

Di lansir dari Laman Muslim Ummah, mesti di ingat seorang wanita yang dilamar untuk menjadi seorang istri dari seorang laki-laki bersedia meninggalkan rumah orang tuanya berharap suami dapat melindungi, menghormati dan mencumbuinya. Selain itu, suami memberi waktu untuknya agar waktu tidak hanya untuk pekerjaan rumah dan mengurus anak-anak semata.

Untuk itu, suami harus mencontoh kehidupan Rasulullah SAW sebagai pemimpin pertempuran dimana-mana, tapi saat bersama istri-istrinya senantiasa memberikan kasih sayang dan kedamaian, tidak membebani istri, berusaha meringankan tugas-tugas istri, dan selalu menghindari kata-kata kasar dan menyakitkan. 

Sabda Rasulullah SAW, "Orang yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik kepada istrinya, dan aku adalah yang paling baik kepada istriku".

Sadar atau tidak, pekerjaan para istri lebih banyak daripada suami. Dari pagi sampai malam hari, pekerjaan mereka seolah tidak ada hentinya. Mulai dari mengurus anak-anak, melayani keperluan dan kebutuhan suami, hingga mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya. Itulah sebabnya, seorang suami harus menghargai jerih payah istrinya. 

Berikut cara suami menghargai istri, memberikan pujian atas semua pekerjaanya dan tidak melecehkan kelemahannya.

Memberi dukungan moral dan bantuan tenaga untuk meringankan beban tugas dan perannya.

Jika memungkinkan, penuhi segala keperluan yang dapat memudahkan tugas-tugasnya itu.

Memberikan hadiah tertentu yang dapat menyenangkan hatinya. Tentu bukan mahalnya yang jadi prioritas, tetapi bentuk kesungguhan perhatian yang lebih utama.

Editor :

Berita Terkait