Duri Tanpa Pasar Ramdahan di Bulan Puasa 1441 H, Lengang!

Duri, katakabar.com - Umat muslim sudah Dua hari melaksanakan ibadah puasa di Tahun 1441 Hijiriah, Tahun 2020 Masehi, sungguh waktu begitu cepat berputar.

Di Bulan Ramdhan Tahun 1441 Hijriah ini, sangat berbeda dengan Bulan Ramadhan Tahun Tahun sebelumnya.

Meski sebagian Masjid dan Mushala di daerah Duri sekitarnya, Kabupaten Bengkalis masih melaksanakan sholat berjamaah tarawih. 

Begitu budaya tadarusan selepas sholat tarawih berjamaah dan warga ngabuburit menjelang berbuka puasa masih ada. 

Tapi, ramadhan 1441 Hijriah, 2020 Masehi ini. Rasanya sangat berbeda, sebab tak senyaman dan seindah Tahun sebelumnya. 

Lantaran suasana menjelang berbuka puasa biasanya ragam masakan kampung siap saji dijajakan di sejulah titik dan lokasi pasar ramadhan dilarang.

Kalau pun ada warga masih berjualan ragam kue dan masakan khas kampung bisa dihitung jari, baik sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Hang Tuah Duri, Kabupaten Bengkalis.

Musibah bencana non alam Covid 19 telah merubah semuanya. Semua orang mesti jaga jarak, sering cuci tangan, jaga daya tahan tubuh, jangan berkumpul di tempat keramaian dan paling utama, di rumah saja.

Begitu terus menerus imbauan dan seruan dari Pemerintah, guna memutus mata rantai Covid 19 yang tak kasat mata.

Dari pengamatan katakabar.com dari hari pertama hingga hari kedua Bulan Suci Ramdhan. Lokasi dan titik pasar ramadhan, seperti pelataran parkir Masjid Jami' persis dibibir Jalan Jenderal Sudirman, pasar simpang Padang Duri tampak lengang tanpa warga berjualan di Bulan Ramdahan 1441 Hijriah.

Lokasi lainnya, lapangan kuning yang berada di simpang Lima Jalan Mawar Duri persis dibibir Jalan Lintas Rangau dan pinggir Jalan Asrama Tribrata tampak lengang. 

Para warga penjaja ragam makan setiap Tahun memadati lapangan itu, memanggil para pembeli datang hingga lapangan dipenuhi warga yangmembeli makanan buat berbuka puasa, tak terlihat sore kemarin.

Kalau ada warga masih berjualan makanan cuma satu satu, sejumlah warga menggelar jualannya pas dibibir ruas Jalan aspal Rangau.

Lapangan itu tampak seperti hari hari biasa, sejumlah supir karyawan parkirkan kenderaan, seperti Bis, Fick Up serta mobil lainnya di lapangan kuning.

"Mau jualan di lapangan, dilarang. Lantaran pasar ramadhan ditiadakan di Bulan Suci Ramadhan 1441 Hijiriah, 2020 Masehi ini. Kami terpaksa berjualan persis di bahu ruas Jalan aspal Lintas Rangau. Kami mesti jualan Pak, untuknya buat biaya kebutuhan hidup sehari hari," kata seorang penjualan makanan di pinggir Jalan Lintas Rangau, seorang perempuan paruh baya tak mau ditulis namanya kepada katakabar.com pada Sabtu (25/4) sore.

Tak cuma itu, lokasi dan titik lainnya yang biasa dijadikan sebagai tempat pasar ramadahan kosong melompong. Berarti, imbauan dan seruan pemerintah dipatuhi warga dan masyarakat.

Masyarakat rela kehilangan pendapatan dari untung berjualan ragam kue dan masakan lainnya setiap Bulan Suci Ramadhan tiba. Guna memutus mata rantai penyebatan Covid 19.

Tapi, patuhnya masyatakat Duri sekitarnya tak sejalan dengan perhatian pemerintah, katanya mau menyalurkan sembako buat masyarakat yang terdampak Covid 19.

Editor : Sahdan

Berita Terkait