Eks Anggota DPRD Pekanbaru Terancam 7 Tahun Bui, Kasus Teror Kepala Anjing

Pekanbaru, Elaeis.co - Setelah ditangkap Polresta Pekanbaru, dalang dan otak pelaku teror kepala anjing terhadap sejumlah petinggi Kejati Riau, YS kini menjalani proses hukum. YS diperkirakan akan meringkuk di balik jeruji besi selama 7 tahun masa kurungan.

Pecatan anggota Polisi itu, menjadi dalang teror di rumah Muspidauan petinggi Kejati Riau yang juga menjabat sebagai Ketua DPH LAMR Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, ia juga menjadi otak penyiraman bensin di kediaman M Nasir Penyalai. YS merupakan mantan anggota DPRD Pekanbaru dari partai golkar selama 2 periode.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, melalui Kasat Reskrim Kompol Juper Lumban Toruan dalam jumpa persnya, Minggu (30/05) kemarin mengatakan pria 40 tahun itu diringkus di wilayah Padang, Sumatera Barat pada Jumat (28/05) lalu. Polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku setelah bersembunyi tiga bulan setelah aksi teror itu.

Dari keterangannya,YS mengakui perannya dalam aksi teror ini merupakan sebagai penyandang dana, dan inisiator untuk melakukan kejahatan tersebut.

Motif aksi teror ini sendiri dilatarbelakangi rasa sakit hati karena Muspidauan terpilih sebagai Ketua DPH LAMR hasil Musdalub Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Pekanbaru. 

''YS mengatakan, teror kepala anjing, sebagai bentuk perlawanan. Tujuannya membuat korban tidak nyaman,'' terang Juper.

Kesimpulannya, YS merencanakan aksi dua teror itu secara spontan. Dimana, dua hari setelah direncanakan, empat pelaku teror terlebih dahulu diminta memantau rumah kedua korbannya.

Selain YS polisi sebelumnya juga berhasil menangkap para pelaku lainnya. Seperti Bob (TS), IW, DI, dan BY mereka diinstruksikan untuk membeli kepala anjing dan bensin oleh YS.

"Untuk pasal yang disangkakan, YS dijerat Pasal 335 ayat 1 KUHP pasal 187, tentang tindak kekerasan dan ancaman dengan ancaman 7 tahun penjara,'' terang Juper.

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait