Emak-emak di 'Negeri Seribu Suluk' Desak Kapolres Tutup 'Judi' Gelper

Ujungbatu, katakabar.com - Kaum emak-emak, terutama ibu rumah tangga meminta Kepolisian Resor Kabupaten Rokan Hulu, AKBP Taufik Lukman Nurhidayat, cepat tanggap dan berantas arena permainan jenis Gelper dinilai berbau 'judi' lumayan meresahkan di Desa Dayo Kecamatan Tandun.

"Saya rada kesal dengan kelakuan suami saban waktu jarang pulang kerumah lantaran asyik main judi tembak ikan," ujar salah seorang ibu rumah tangga warga Desa Dayo, Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu.

"Kami berharap pihak kepolisian segera bertindak, gegara judi tembak ikan suami jarang pulang. Bahkan uang habis entah kemana, kalau begini caranya makin hancur rumah tangga. Pak Kapolres Rohul serius donh tangani arena tembak ikan itu, bila benar Kabupaten Rokan Hulu bernama 'Negeri Seribu Suluk", pinta kata Yeni sebut saja begitu kepada katakabar.com.

Di desanya lanjut Yeni, ada tiga titik lokasi arena "judi" tembak ikan tersebut. Aktivitas tembak ikan seakan tidak takut kepada masyarakat setempat dan nekat buka secara terang-terangan.

"Sudah parah kali ini bang, kalau sudah terang-terangan seperti ini, jangankan takut kepada masyarakat sama polisi saja masih kayak gini," tegas IRT warga Dayo ini.

Saya cemas, keretakan rumah tangga dan kehancuran ekonomi disebabkan praktek "judi" berkedok Gelper ini makin dibiarkan.

"Namanya judi, tidak ada menangnya. Malah kehancuran yang ada," tambahnya.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Taufik Lukman Nurhidayat saat dikonfirmasi belum bersedia memberikan keterangan seputar penyakit masyarakat tentang maraknya arena tembak ikan atau Gelper di Rokan Hulu.

Sungguh ironi, saat Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu sedang gencar mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) guna mencegah penularan Covid 19. Tapi, kontradiktif dengan sejumlah pihak yang terkesan abai termasuk tempat berkumpulnya warga di tempat dan arana meja tembak ikan.

Editor : Sahdan

Berita Terkait