Erdogan Didesak Ungkap Hilangnya Dana Negara Rp 227 Triliun

Katakabar.com - Mantan Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu dalam siaran televisi baru-baru ini mendesak Presiden Recep Tayyip Erdogan mengungkap ke mana hilangnya dana negara sebesar USD 16 miliar atau setara Rp 227 triliun.

Davutaglu sebelumnya menuding Erdogan korupsi dan gagal mengelola ekonomi negara. Bekas perdana menteri itu juga kerap mengkritik Erdogan yang mengekang kebebasan berpendapat dan merusak demokrasi.

Dikutip dari laman Al Arabiya, Minggu 921/6), dalam kemunculannya di stasiun televisi Karar TV, Davutaglu juga menyatakan ini pertama kalinya Turki mengalami defisit sejak 2002. Dia tidak menyebut krisis karena pandemi Covid-19 ini sebagai penyebabnya.

Pada Mei lalu Erdogan menuduh Davutaglu dan tokoh-tokoh pendukungnya melumpuhkan bank BUMN, Halkbank, dengan menyediakan dana pinjaman untuk pembangunan Universitas Sehir di Istanbul yang didanai Davutaglu.

Davutaglu membalas dengan menyerukan parlemen menggelar penyelidikan terhadap kekayaan Erdogan dan keluarganya serta para pejabat negara, termasuk dirinya sendiri.

Davutaglu mengundurkan diri dari Partai AK pada September 2019, beberapa hari setelah partai berkuasa di Turki itu berencana mengeluarkannya dari partai karena dianggap melanggar disiplin setelah dia merilis pernyataan kritis atas kebijakan Erdogan. Davutaglu kemudian mendirikan partai baru dengan maksud menantang partai berkuasa Erdogan.

Davutaglu menjabat sebagai menteri luar negeri Turki pada 2009 hingga 2014 dan menjadi perdana menteri hingga 2016.

Dia kemudian dipecat Erdogan dan digantikan oleh Binali Yildirim karena dilaporkan menolak mendukung kebijakan yang akan membuat Erdogan akan makin beruasa.

Merdeka.com

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait