Fenomena Langit, Antara Bulan, Saturnus dan Jupiter

  • Reporter: Anggi
  • 15 April 2020, 09:06:07 WIB
  • Riau, Nusantara, Tekno, Lifestyle, Lainnya

Katakabar.com - Fenomena Bulan Purnama dengan sebutan super pink moon tak terjadi pada Rabu (8/4) lalu. Hal itu disebabkan bulan purnama akan berpapasan dengan Jupiter, Saturnus, dan Mars. Sehingga akan terlihat sangat dekat di langit meski kenyataannya berjarak sangat jauh.

Dikutip dari situs Langit Selatan, Bulan Jupiter dan Saturnus akan membentuk formasi segitiga di langit Indonesia pada 15 April.  Bulan dan Jupiter akan tampak berpasangan dengan jarak 1,9 derajat dan sementara jarak Bulan dan Saturnus 2,4 derajat.

Ketiganya terbit beriringan saat tengah malam dengan Bulan terbit terlebih dahulu pukul 23:42 WIB disusul Jupiter 10 menit kemudian. Saturnus baru terbit pada pukul 00:19 WIB.  Ketiganya akan mencapai ketinggian 73º saat Matahari terbit pukul 05:39 WIB.

Bulan kemudian akan bergerak ke  bawah Mars pada 16 April. Bulan dan Mars berpasangan di ufuk timur sejak keduanya terbit. Bulan terbit terlebih dahulu pada pukul 00:35 WIB disusul Mars pada pukul 00:57 WIB.

Keduanya hanya terpisah 2 derajat dan mencapai ketinggian 65 derajat di atas horison sebelum menghilang di balik cahaya Matahari pada pukul 05:48 WIB.

Sebelumnya, super pink moon telah terjadi pada Rabu (8/4) pada pukul 01.08 WIB. Super Pink Moon adalah nama yang disematkan pada fenomena Super Moon yang terjadi pada bulan April.

Penamaan pink diambil dari bunga-bunga yang mulai bermekaran di bulan ini. Nama tersebut utamanya diambil dari bunga Wild Ground Phlox yang mekar bulan ini. Penamaan ini sebenarnya sedikit mengecoh, karena bulan tak akan benar-benar tampak berwarna pink. Namun, sedikit berwarna oranye.

Semburan warna oranye ini terjadi ketika Bulan baru terbit dan terpengaruh oleh kondisi atmosfer Bumi. Nitrogen dan oksigen di atmosfer menjadi filter kebiruan.

Sehingga akan menimbulkan tampilan efek oranye pada bulan yang bercahaya putih. Efek ini serupa dengan semburat oranye yang terjadi ketika matahari tenggelam. Warna kemerahan pada Bulan hanya terjadi pada fenomena gerhana Bulan yang dikenal dengan istilah Blood Moon.

Di Amerika Serikat fenomena ini juga dapat diamati pada 14 hingga 16 April. Keempat objek angkasa ini jelas terpisah jutaan kilometer dalam kenyataan, tetapi akan terlihat berbaris berjajar dari sudut pandang manusia di bumi. 

Bulan kemudian akan tampak melewati barisan ini seolah-olah sedang melakukan inspeksi tata surya. 

Pada Selasa (14/4) bulan merah muda akan mendekati Jupiter, pada hari Rabu (15/4) bulan akan melewati tepat di bawah Saturnus, sedangkan pada hari Kamis (16/4) bergerak di bawah Mars.

Dilansir dari CNET, Anda harus bangun setidaknya satu jam sebelum matahari terbit waktu setempat. Anda harus melihat ke arah rasi bintang Capricorn dan Sagitarius untuk melihat kinerja planet. Anda dapat dengan mudah melihat planet di langit malam karena tidak  berkelap-kelip seperti bintang. 

Editor : Anggi

Berita Terkait