Ferdian Paleka Cepat Ditangkap, Bagaimana Harun Masiku?

Katakabar.com - YouTuber Ferdian Paleka telah ditangkap oleh Polda Jawa Barat setelah melakukan prank dengan membagikan bingkisan berisi sampah dan batu. Ferdian ditangkap pada Jumat (8/5) dini hari.

Penangkapan yang terhitung cepat ini membuat warganet menyinggung beberapa kasus buron yang tak mampu diselesaikan cepat oleh polisi, salah satunya adalah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Harun Masiku.

Harus telah hilang hampir tiga bulan, hingga saat ini polisi belum menemukan titik terang untuk menangkap Harun. Warganet membicarakan Harun di Twitter.

Warganet @kafiradikalis mengatakan penangkapan Ferdian membuka keburukan polisi yang tak mampu menangkap Harun Masiku.

...Kita apresiasi penangkapan youtuber sampah Ferdian Palenka, tapi itu juga sekaligus membuka borok kronis kepolisian yakni ga mampu menangkap Harun Masiku.

Hari ini 122 hari Harun Masiku lenyap atau 49 hari lebih banyak ketimbang mencari Nazaruddin... (``,)

122HariHarunMasikuRaib@Jiwasraya.com (@kafiradikalis) May 7, 2020

Nangkep nih orang walau sembunyi al hamdulillah bisa asal di lakukan, Coba kalo si Harun Masiku di coba pasti ketangkep juga kok???? pic.twitter.com/tiWyAuyFe3

— A K M A L (@4kmalul_insan49) May 7, 2020

Kita dikasi link berita dari @detikcom dan ketika aku nanya informasi yg sama dan di block lagi, ga ngerti aku, giliran nangkep #ferdianpaleka gerakannya gercep sekali sedangkan harun masiku yg udah hilang lebih dari 48 hari masih adem ayem pic.twitter.com/dDJGpCdC1g

— Ichi Pravda (@narayana318) May 8, 2020

Warganet @yuesefa juga menyoroti cepatnya polisi menangkap Ferdian. Sementara menangkap koruptor membutuhkan waktu yang lama.

HARUN MASIKU, di manakah kamu?

Warganet @Ramadhanrfli juga mempertanyakan beberapa kasus yang hingga saat ini belum terungkap, yaitu pembunuhan Munir, Marsinah, Wiji Thukul hingga penyiraman air keras Novel Baswedan.

Ferdian paleka udah ketangkep, yg katanya "ketua" anarko juga udah ketangkep, terus kapan nangkep dalang pembunuhan munir, marsinah, wiji thukul sama penyiraman air keras ke novel baswedan ?
oh iya satu lagi, harun masiku tuh jangan lupa ditangkep juga.

— BodoAmat (@Ramadhanrfli) May 8, 2020

Sebelumnya, Harun Masiku bersama tiga orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pergantian antar waktu (PAW) pada awal Januari 2020. Penetapan Harun sebagai tersangka merupakan buah dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK.

Meski demikian, lembaga antirasuah tersebut tidak berhasil menangkapnya sampai saat ini dinyatakan masih buron.

Harun lantas disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Namun, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membela Harun Masiku dan menyebut Harun sebagai korban kasus penyalahgunaan kekuasaan. Menurutnya Harun berdasarkan keputusan dan fatwa MA memiliki hak untuk menjadi calon legislatif.

Dalam kasus suap PAW anggota DPR, KPK menetapkan 4 tersangka yaitu Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina, Saeful Bahri, dan Harun Masiku.

Wahyu merupakan Komisioner KPU, sedangkan Agustiani disebut sebagai orang kepercayaan Wahyu. Lalu Saeful hanya disebut KPK sebagai swasta dan Harun adalah kader PDIP. KPK menjerat Saeful dan Harun sebagai pemberi suap, sedangkan Wahyu dan Agustiani adalah penerimanya.

Dua hari lalu, Saeful Bahri, yang merupakan mantan staf Hasto Kristiyanto dituntut pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan. Ia juga didenda sebesar Rp150 juta subsider 6 bulan kurungan.

 

CNN Indonesia

Editor : Anggi

Berita Terkait