Sekolah Tatap Muka Sudah Layak

Forkopimda dan Pemkab Bengkalis Evaluasi Penanganan Covid 19

Bengkalis, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkpomida) melakukan evaluasi penanganan Covid 19 di Kabupaten Bengkalis.

Berbagai pihak dalam rapat evaluasi menyampaikan informasi terkini, seperti kendala, solusi maupun regulasi terhadap perkembangan penanganan Covid 19 di wilayah Negeri Junjungan nama lain dari Kabupaten Bengkalis itu.

Rapat yang berlangsung di ruang Hang Tuah lantai 2 Kantor Bupati Bengkalis dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Bengkalis, Heri Indra Putra, kemarin.

Unsur Forkopimda dihadiri Kapolres Bengkalis, AKBP Hendra Gunawan dan Dandim 0303 Bengkalis, Lizardo Gumay.

Salah satu permasalahan paling menonjol dibahas adalah kapan masuk sekolah secara tatap muka dilaksanakan.

Soal pelaksanaan belajar mengajar, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Edi Sakura menyebutkan, pihaknya tengah mengevaluasi kemungkinan dilaksanakannya sekolah secara tatap muka, dengan mempedomani arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

"Berdasarkan data yang kami himpun, Bengkalis sudah memenuhi syarat untuk melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka, tapi masih menunggu keputusan dari Gubernur Riau lebih dulu", ujar Edi Sakura.

Diceritakan Edi, proses belajar mengajar tatap muka di zona kuning dan hijau bisa dilaksanakan dengan memprioritaskan faktor kesehatan dan keselamatan. Dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan benar.

Soal data, khusus jenjang Sekolah Dasar (SD), sudah didata 90 persen sekolah memenuhi alat pelindung diri (APD), 64 persen kepala sekolah setuju, 57 persen guru bersedia mengajar dan 77 persen komite sekolah bersedia.

"Paling penting 45.139 orang tua atau 76 persen mengizinkan anak-anaknya sekolah secara tatap muka", beber Edi.

Untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), dari 107 sekolah yang tersebar di Kabupaten Bengkalis, 96 persen sudah memenuhi APD.

Terus, 89 persen kepala sekolah bersedia, 89 persen guru bersedia mengajar dan 80 persen komite sekolah bersedia dilaksanakannya SMP tatap muka.

"Total 16.712 orang tua mengizinkan anak-anaknya belajar di sekolah, dimana sekitar 79 persen setuju belajar secara tatap muka."

Tidak cuma membahas pendidikan, anjuran pemakaian masker dengan benar menjadi pembahasan penting. Termasuk rendahnya kesadaran masyarakat Kabupaten Bengkalis menggunakan masker saat keluar rumah.
 

Editor : Sahdan

Berita Terkait