Frustasi Dibikin Mantan, Ismail Ditemukan Tak Bernyawa di Gubuk

Meranti, katakabar.com - Seorang mayat laki-laki ditemukan disebuah gubuk di dalam perkebunan karet Selasa, malam kemarin.

"Benar, Mayat berjenis laki-laki ditemukan sekitar pukul 20:00 WIB, di sebuah gubuk dalam perkebunan karet jalan Air Gemuruh RT 2 RW 4 Desa Gogok Darussalam Kecamatan Tebing Tinggi Barat," kata Kapolres Meranti AKBP Eko Wimpiyanto kepada katakabar.com pada Rabu (28/10) pagi tadi.

Mayat laki - laki itu ujar AKBP Eko, bernama Ismail umur 44 tahun warga Jalan Air Gemuruh RT 1 RW 1 Desa Gogok Darussalam, kali pertama ditemukan Solihin umur 42 warga jalan Perdamaian RT 9 RW 4 Desa Batang Malas, dengan Subaidi umur 50 seorang Petani warga Jalan 2 C RT 2 RW 3 Desa Gogok Darussalam bersama Mahasin umur 30 tahun warga Jalan Air Gemuruh RT 1 RW 1 Desa Gogok Darussalam.

Begini ceritanya lanjutnya, adik korban, Mahasin disuruh ibu korban, Supiah untuk mencari keberadaan Ismail sudah lima hari lamanya belum pulang ke rumah, pada Selasa (27/10) sekitar 17.30 WIB.

Dari situ, Maahasin mencari abangnya ke kawasan perkebunan karet yang letaknya di belakang rumah korban, persis di jalan Air Gemuruh RT 1 RW 1 Desa Gogok Darussalam," jelasnya.

Setelah masuk ke dalam perkebunan karet, adik korban singgah dan melihat dan mencek gubuk. Benar saja, abangnya lihat korban posisi tertidur beralaskan bambu tidak mengenakan baju dan sudah mengeluarkan bau busuk.

"Begitu dicek Mahasin, rupanya korban sudah meninggal dunia," bebernya.
Kendati demikian, Kapolres juga menyampaikan sebelumnya korban diketahui masuk kedalam perkebunan karet tersebut.

Setelah masuk ke dalam perkebunan karet, adik korban singgah dan melihat dan mencek gubuk. Benar saja, abangnya lihat korban posisi tertidur beralaskan bambu tidak mengenakan baju dan sudah mengeluarkan bau busuk.

"Begitu dicek Solihin, rupanya korban sudah meninggal dunia," bebernya.

Mengetahui kejadian itu, adik korban buru - buru keluar dari perkebunan karet dan memberitahukan kejadian ke keluarga dan melaporkan kejadian kepada Pihak Kepolisian Polsek Tebing Tinggi Barat.

Berdasarkan keterangan dari saksi Solihin, kuat dugaan korban mengalami gangguan kejiwaan sejak ditinggal istrinya, sehingga hidup menyendiri di kebun karet yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumah korban.

Selain itu, lanjut cerita adik

"Korban setiap malam pukul 22.00 WIB, keluar dari kebun kembali ke rumah untuk mengambil makanan. Tapi sudah lima hari belakangan korban tidak keluar dari kebun untuk mengambil makanan. Setelah dicek korban sudah meninggal."

"Tim dokter RSUD Meranti menyatakan, hasil VER jenazah tidak ditemukan tanda kekerasan, dan korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga."

Pihak keluarga membuat pernyataan tidak dilakukan autopsi dan menerima dengan ikhlas dengan kejadian.

Editor : Sahdan

Berita Terkait