Gagal Mencuri, Napi Asimilasi di Dumai Ternyata Positif Narkoba

Pekanbaru, Katakabar.com – Seorang narapidana asimilasi kembali ditangkap karena kasus tindak pidana di Kota Dumai, Riau. Pelaku inisial RNI ketahuan mencuri namun digagalkan. Padahal, pria berusia 22 tahun itu baru bebas beberapa bulan lalu.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto mengatakan, RNI melakukan percobaan pencurian di sebuah rumah yang terletak di jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Teluk Binjai, Dumai Timur, Kota Dumai. Saat ditest urine oleh petugas, ternyata dia positif mengkonsumsi narkoba.

“RNI berhasil diamankan setelah dilaporkan oleh salah seorang warga Dumai. Saat itu korban memergoki RNI tengah berupaya melakukan pencurian di rumahnya,” kata Sunarto kepada Katakabar.com, Sabtu (20/6).

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (18/6) pukul 02.30 Wib dini hari, pelapor terbangun dari tidur hendak pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil, kemudian setelah buang air kecil pelapor kembali lagi ke kamar tidur.

“Tetapi beberapa menit kemudian terdengar seperti suara kayu jatuh. Lantas Ia mengecek lantai bawah rumahnya. Saat itu akan tetapi pelapor tidak melihat apa-apa," kata Sunarto.

Karena tidak mendapati apa-apa, korban kembali ke kamar dan berusaha untuk tidur. Saat hendak tidur, perasaan korban tidak enak lalu mengecek ruangan lantai dua rumahnya.

Saat hendak naik, korban melihat ventilasi udara rumahnya sudah dalam keadaan rusak. Lantaran curiga, dia melanjutkan ke lantai dua, dan melihat seseorang pria yang tidak di kenal bersembunyi di balik tempat tidur.

“Meski sudah ketahuan, RNI belum mau menyerahkan diri. Sehingga korban memanggil istrinya sembari membawa tali. Pria itu akhirnya berhasil diamankan korban dan mengikatnya, lalu korban mengubungi polisi,” jelasnya.

Setelah mendapat informasi, anggota polisi langsung menuju rumah korban. Setelah dilakukan interogasi, pelaku mengakui perbuatannya bahwa telah melakukan percobaan pencurian di rumah korban.

“Saat ini, pelaku RNI telah kita amankan ke Polsek Dumai Timur untuk diproses penyidikan," tandasnya.

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait