Satgas Pamtas Yonif 131 dan Bea Cukai

Gagalkan Penyeludupan Ganja Seberat 800 Gram di Tapal Batas RI-PNG

Jayapura, katakabar.com - Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131 Brs Pos Pitewi dan personel Bea Cukai gelar kegiatan sweeping di kawasan Jalan Lintas Pitewi ke Kampung Kriko di depan Pos Pitewi Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom.

Kegiatan sweeping gabungan antara personel Satgas Pamtas 131 Brs bekerja sama dengan Dinas Bea Cukai dengan kekuatan 8 orang TNI dan 4 orang dari Dinas Bea Cukai. 

“Kegiatan ini berhasil menggagalkan penyelundupan 11 kantong plastik paket besar ganja kering seberat 800 gram,” ujar Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 131Brs Letkol Inf Muhammad Erfani, S.H., M.Tr.(Han), dalam keterangan tertulisnya di Distrik Muara Tami, Jayapura, pada Rabu (12/5).

Dijelaskan Dansatgas, pelaku ditangkap saat melintas di depan pos dengan menggunakan kendaraan motor Honda Beat putih. Dari tangan pelaku ditemukan 11 bungkus daun ganja kering terdiri dari 8 bungkus menggunakan plastik bening dan 3 bungkus plastik hitam yang disimpan di kap bagian bawah motor. 

“Dari keterangan pelaku rencana ganja tersebut akan dijual kembali di wilayah Apepura, kota Jayapura,” ulasnya.

Saat ini lanjutnya, satu orang pelaku dan barang bukti 11 paket ganja 800 gram, uang tunai Rp170 ribu, 2 buah korek api, 1 motor Beat warna putih, 1 karung daun singkong, 1 karung singkong dan 1 karung sagu basah sudah diserahkan kepada pihak berwenang.

"Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan, Satgas rutin menggelar kegiatan sweeping di seluruh jajaran Pos Satgas Pamtas RI- PNG Yonif 131 Brs. Ini bertujuan untuk mencegah peredaran dan keluar masuknya barang-barang ilegal di wilayah Jayapura," bebernya.

Kasi Penindak Bea Cukai, Robinsar Samosir sangat mengapresiasi kerja sama yang dilakukan Satgas Yonif 131 Brs khususnya Pos Pitewi dengan Dinas Bea Cukai. 

“Saya berterima kasih atas bantuan yang diberikan personel Satgas Pamtas Yonif 131 Brs pada kami dalam upaya mencegah barang-barang ilegal yang masuk dari PNG ke wilayah Indonesia,” sebutnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait