Gajah Betina Mati, LSM KPH-PL Minta Pemerintah Cabut Izin PT RAL

Duri, katakabar.com - Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) betina ditemukan mati areal konsesi PT Riau  Arara Abadi Dusun Kayu Api, Desa Koto Pait, Desa Beringin Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Abadi Lestari, pada Rabu (25/5) sekitat pukul 12.12 WIB lalu.

Tim gabungan Balai Besar KSDA Riau dan Rimba Satwa Foundation (RSF) yang temukan hewan bongsor itu mati, saat patroli sisir ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) di titik koordinat ditemukannya bangkai Gajah yaitu di N 01° 4' 48"  E 101° 27' 21" masuk dalam konsesi PT Riau Abadi Lestari.

Plt. Kepala Balai Besar KSDA Riau, Fifin Arfiana Jogasara melalui Dian Indriati Humas Balai Besar KSDA Riau, Dian Indriati lewat siaran pers pada Kamis (26/5) mengatakan, penyebab kematian Gajah Sumatera belum bisa dipastikan, tapi dari mulut dan anusnya keluar darah.

"Gajah betina umurnya 25 tahun, pas dilakukan nekropsi kondisi gajah mengandung, dan bakal segera melahirkan anak," ujarnya.

Kata Dian, tim mengambil sample hati, dinding usus, paru, dan kotoran Gajah tersebut untuk dilakukan uji laboratorium. Sampel bagian organ satwa segera dikirim ke Balai Verteriner, Bukit Tinggi, Sumatera Barat untuk mengetahui penyebab kematian gajah tersebut.

"Tim sudah menguburkan bangkai gajah di lokasi, dengan bantuan alat berat," tambahnya.

Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (Lsm) Komunitas Peduli Hukum dan Penyelamatan Lingkungan (KPH-PL) A Muthalib didampingi Ketua Dewan Penasehat Hukum, Adv. Yusri Dachlan SH dan Adv. Akel Fernando SH. MH serta Pakar Lingkungan Hidup Dr. Elviriadi, S.Pi., M.Si, sangat kaget, dan berduka mendengar kabar matinya satwa gajah.

Kami minta dengan sangat kepada Pemerintah Negara Republik Indonesia untuk segera mencabut izin konsesi lahan HPHTI PT Riau Abadi Lestari.

Soalnya sejak berubah fungsi kelestarian lingkungan hutan menjadi areal konsesi areal beroperasinya PT Riau Abadi Lestari ini, dari dulu hingga kini menimbulkan konflik terhadap makhluk hidup. Selain sengketa lahan yang berkepanjangan dengan masyarakat di lingkungan hutan, dan mempersempit habitat gajah sehingga ancam keberlangsungan populasi gajah.

"Jika kehadiran perusahaan tidak membawa manfaat bagi lingkungan makhluk hidup. Hal itu sangat merugikan masyarakat dan negara, atas dasar ini kami meminta dengan kepada pemerintah untuk segera mencabut izinnya PT Riau Abadi Lestari," sebutnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait