Gawat! Oknum Karyawan Grand Zuri Duri Cegat Wartawan Hendak Liput Musda KNPI

Duri, katakabar.com - Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD KNPI Kabupaten Bengkalis versi Fuad Santosa di Hotel Grand Zuri Duri menimbulkan kekecewaan wartawan Duri, pada Rabu (22/9) siang kemarin.

Soalnya, sejumlah wartawan yang bertugas hendak meliput acara Musda DPD KNPI, tiba-tiba dicegat seorang karyawan hotel Grand Zuri, dan tidak boleh masuk ke dalam ruang tempat pelaksanaan Musda KNPI tersebut.

Oknum karyawan hotel Grand Zuri yang menghalang-halangi sejumlah wartawan yang hendak meliputi acara tersebut terkesan arogan dan  tidak menghargai profesi wartawan. Padahal sejumlah wartawan sudah menjelaskan dan menyatakan diri dari media oline hendak meliput acara Musda KNPI.

"Ini kalu pertama saya melakukan liputan dicegat dan tidak boleh masuk, padahal saya sudah jelaskkan saya dari media, tapi karyawan Grand Zuri tetap tidak memperbolehkan saya masuk," ujar Putra, salah satu Wartawan media online sekaligus Sekretaris PD IWO Kabupaten Bengkalis.

Anehnya, saya sempat tidak dibolehkan masuk ke tempat acara. Beruntung, salah seorang pengurus Karateker bernama Rangga izinkan masuk, lantaran memang kenal dengan wartawan yang bakal melakukan liputan di acara tersebut.

"Ini wartawan enggak apa-apa masuk," jelas Rangga serya menyuruh wartawan masuk liput acara.

Adanya peristiwa tersebut, selaku wartawan
yang biasanya bebas meliput berbagai acara sesuai Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 Pasal 4 (1) pasal 8 (1) tentang Pers, jelas tidak dihargai dan merasa dilecehkan oleh oknum karyawan tersebut, tegasnya.

Ketua PD IWO Kabupaten Bengkalis, Sahdan Lubis menyayangkan tindakan oknum karyawan hotel Grand Zuri yang cegat dan melarang masuk wartawan yang hendak meliput kegiatan dalam rangka Musda KNPI Kabupaten Bengkalis di Ball Room hotel Grand Zuri.

'Prilaku oknum karyawan hotel Grand Zuri yang menghalang-halangi tuga-tugas jurnalistik sangat disayangkan. Apalagi yang bersangkutan sudah menjelaskan dan menyatakan dirinya dari wartawan ingin meliput sesuai amanat dari undang-undang pers Nomor 40 tahun 1999 dan Kode Etik Wartawan Online (Kewo)," bebernya

Hal itu tidak bisa ditolerir, dan masalah ini mesti diselesaikan agar tidak menjadi preseden buruk terhadap wartawan yang ingin melaksanakan tuga-tugas jurnalis di hotel Grand Zuri ke depan.

"Jika ini dibiarkan, saya khawatir peristiwa serupa bakal terulang kepada wartawan yang lain hendak meliput acara-acara di hotel Grand Zuri tersebut," sebutnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait