Gegara Upal, Residivis Asal Mandau Terancam 15 Tahun Kurungan

Bengkalis, katakabar.com - Tindak pidana peredaran uang Rupiah Palsu dan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curanmor) menjerat residivis warga asal Kecamatan Mandau, inisial K umur 15 Tahun.

Temannya, insial MJ umur 28 tahun, Laki-Laki, sama warga asal Kecamatan Mandau, cuma dijerat tindak pidana peredaran uang Rupiah Palsu.

Ketahuannya dua pria sudah ditangkap dan dijebloskan ke penjara Mako Polres Kabupaten Bengkalis yang berada di pulau seberang, Bengkalis, dari konferensi pers yang digelar jajaran Polres Bengkalis, sore kemarin.

Kapolres Bengkalis, AKBP Hendra Gunawan menjelaskan, penangkapan kedua pelaku bermula dari kabar tentang maraknya peredaran Uang Palsu (Upal) di wilayah hukum Polsek Kecamatan Mandau, Polres Kabupaten Bengkalis,

Dari situ, Kasat Reskrim Polres bengkalis AKP Meki Wahyudi, lewat Kanit Pidum, IPDA Fauzi Surya Chandra melakukan penyelidikan. Benar saja pada Jumat (6/11) sekitar pukul 21.30 WIB, di parkiran E Zone Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Duri Timur, Kecamatan Mandau ditangkap satu orang laki-laki yang mengaku bernama MJ.

Dari tangan MJ disita 7 lembar diduga Uang Rupiah Palsu pecahan Rp50 ribu dengan nomor seri: NME594201 total Rp350 ribu.

Setelah dicek uang tersebut ternyata nomor serinya sama dan warna uang tersebut pudar.

Kanit Pidum beserta Tim
Opsnal Sat Reskrim Polres Bengkalis menginterogasi pelaku, hasilnya pelaku mengaku telah membawa mata uang palsu tersebut.

Mata uang palsu didapat dari temannya inisial K (DPO) dan membawa pelaku kekantor BKO 125 untuk pemeriksaan lebih lanjut, cerita AKBP Hendra.

Pengembangan kasus pun dilakukan, ujar mantan Kasat Lantas Polres Bengkalis ini, sepekan kemudian persisnya pada Jumat (13/11) sekitar pukul 14.00 WIB, Tim Opsnal dapat informasi inisial K tadinya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sedang di rumahnya di bilangan Jalan Mujair RT 2 RW 3 Kelurahan Babussalam.

Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Bengkalis berhasil tangkap pelaku. Pada saat penggeledahan ditemukan 3 paket kecil diduga narkotika jenis sabu dan 1 paket kecil yang diduga narkotika jenis sabu sisa pakai.

Dari interogasi, pelaku mengakui telah memberikan uang palsu tersebut kepada MJ. Bahkan pelaku mengakui yang mencetak uang palsu bersama Satria (DPO) atas permintaan K.

Pengejaran dilakukan ke rumah Satria, sayang sedang tidak di rumah. Tapi Tim Opsanal mengamankan 1 unit printer merk HP DeskJet Type 2135 putih. Berdasarkan keterangan K, 1 unit printer merk HP Desk Jet Type 2135 putih tersebut yang digunakan Satria untuk mencetak uang rupiah palsu sebanyak 22 lembar nominalnya Rp1,1 juta, dengan pecahan mata uang Rp50 ribu.

Dari keterangan K pula tersangka pernah melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor di 4 tempat kejadian perkara di wilayah Kecamatan Mandau, bebernya.

Terus tersangka dan barang bukti dalam perkara tindak pidana peredaran uang rupiah palsu dan tindak pencurian sepeda motor diamankan ke kantor Sat Reskrim Polres Bengkalis guna dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Untuk tindak pidana penyalahgunaan Narkotika jenis sabu diserahkan ke pihak Unit Reskrim Polsek Mandau.

Kepada masing - masing pelaku, inisial K dijerat Pasal 36 Ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2011
tentang mata uang. Isinya, "setiap orang yang mengedarkan dan atau membelanjakan rupiah yang diketahuinya merupakan uang rupiah palsu" dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp50 miliar.

Pelaku inisial MJ dijerat Pasal 36 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang. Berbunyi "setiap orang yang menyimpan secara fisik dengan cara apa pun yang diketahuinya merupakan Rupiah Palsu", dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling banyak Rp10 miliar, tandasnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait