Gempa Sulbar: 10 Orang Meninggal, Butuh Tenaga Medis

Katakabar.com - Kadis Info Pemprov Sulbar, Safar mengatakan, setidaknya ada 10 orang meninggal dunia akibat gempa di Majene dan Mamuju, Jumat (15/1). Hingga kini proses evakuasi korban di dalam bangunan runtuh masih dilakukan Tim SAR.

Safar mengatakan, jumlah korban meninggal masih belum bisa dipastikan. Namun, dia menekankan, untuk sementara ini, dilaporkan 10 orang meninggal.

"Yang jelas kurang lebih 10 untuk sementara," kata Safar saat dihubungi merdeka.com.

Dia belum bisa memastikan identitas 10 orang yang dilaporkan meninggal itu. Terlebih, listrik padam, jaringan telepon pun terputus.

"Sementara ini hanya baru laporan masuk (10 meninggal). Kita belum bisa mendeteksi ke situ (identitas), kondisi begini enggak bisa kita mendeteksi," katanya.

Sampai saat ini masih banyak korban yang terjebak di dalam gedung yang runtuh.

"Bangunan ini hancur semua ini," katanya.

Hingga saat ini bantuan dari pemerintah pusat belum datang. Dia memaklumi karena bencana baru saja terjadi. Namun dia berharap, bantuan segera datang. Khususnya tenaga medis untuk para korban.

"Mudah-mudahan pemerintah pusat sudah mendapat informasi tadi, dia akan turunin dokter ke sini," kata Safar.

"Kalau (bantuan) lewat laut, jangan sampai ada beberapa jembatan yang putus diperbatasan-perbatasan," terang dia.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Majene mengabarkan 4 warganya meninggal dunia dan lebih dari enam ratus menderita luka-luka. BPBD setempat terus melakukan upaya penanganan darurat dan memutakhirkan data dampak pascagempa M 6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat.

"Data Pusat Pengendali Operasi BNPB per 15 Januari 2021, pukul 08.00 WIB, mencatat sekitar 637 warga mengalami luka-luka dan 3.000 lainnya mengungsi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya, Jumat (15/1).

Dia mengungkapkan, BPBD setempat terus melakukan pendataan dan kaji cepat di lapangan. Sedangkan kerusakan bangunan di Kabupaten ini mencakup 62 unit rumah rusak, 1 unit puskesmas rusak berat, 1 kantor Danramil Maluda rusak berat, jaringan listrik padam, komunikasi selular tidak stabil dan longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene–Mamuju.

Sedangkan pada Kabupaten Mamuju, BPBD setempat menginformasikan kerusakan berat (RB) antara lain Hotel Maleo, kantor Gubernur Sulawesi Barat dan sebuah mini market.

"Jaringan listrik dan komunikasi selular juga terganggu di wilayah Mamuju. Kerusakan rumah warga masih dalam pendataan," ujarnya.

Merdeka.com

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait