Golput 'Membayangi' Pilbup 2020 Kabupaten Bengkalis

Bengkalis, katakabar.com - Golongan Putih (Golput) samar - samar dan tidak nyata semasa proses tahapan pelaksanaan pesta demokrasi, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020.

Meski golongan ini tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) tidak mudah untuk mendeteksinya. Golput meningkat atau menurun pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 ini, diketahui sesudah tahapan proses pencoblosan dan proses perhitungan suara kelar dilaksanakan di masing - masing Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Setelah kelar proses perhitungan, bakal diketahui suara sah, suara tidak terpakai dan suara tidak sah.

Dimana posisi Golput sesudah proses perhitungan suara di masing - masing TPS kelar dilaksanakan? Posisinya golongan ini di suara tidak terpakai.

Golput bakal selalu 'membayangi' setiap perhelatan pesta demokrasi, khusus Pilkada serentak tahun 2020 di Kabupaten Bengkalis. Golput diprediksi cenderung meningkat dibanding pesta demokrasi yang sama tahun - tahun sebelumnya di Negeri Junjungan nama lain dari Kabupaten Bengkalis.

Lantaran pesta demokrasi lima tahunan kali ini dilaksanakan di tengah pandemi Covid 19 dan ditambah pula saat ini masyarakat krisis kepercayaan terhadap pemimpin, ujar mantan KPPS, Hendriyanto kepada katakabar.com di Duri, pada Sabtu (31/10) siang.

Kata mantan Ketua RW ini, dari pengalaman beberapa kali menjadi KPPS di pesta demokarasi lima tahunan, baik Pilbup Kabupaten Bengkalis dan Pilgub Provinsi Riau, serta Pilpres yang digelar tahun 2019 lalu.

Setelah selesai dilakukan perhitungan suara, baru dapat diketahui masyarakat yang menggunakan hak pilihnya dan tidak menggunakan hak pilihnya alias Golput.

"Masyarakat yang mencoblos dan tidak mencoblos dapat diketahuk dari total suara sah, suara tidak terpakai dan suara tidak sah," ceritanya.

Dijelaskan Hedryanto, suara sah dan suara tidak sah sudah pasti. Masalahanya pada suara tidak terpakai, jumlahnya cukup signifikan, bisa mencapai seratusan suara setiap Pemilu digelar di TPS RW 021.

Untuk suara tidak sah, jumlahnya bisa dihitung jari, sebab tidak sampai sepuluh suara setiap Pemilu digelar di RW 021, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau.

"Golput posisinya dinilai pada Suara tidak terpakai. Mereka tercatat di DPT, tapi tidak menggunakan hak pilih di pesta demokrasi. Padahal pesta demokrasi tahun - tahun sebelumnya digelar di tengah situasi dan kondisi normal. Tapi pesta demokrasi lima tahunan kali ini beda, dihelat di tengah pandemi Covid 19 bisa jadi menjadi alasanya semakin meningkatnya Golput," tegasnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkalis mesti mencermati Golput yang 'membayangi' Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis tahun 2020, terhitung dari sekarang tinggal 38 hari kalender hingga 9 Desember 2020 nanti.

"KPU Bengkalis mesti kreatif, agar masyarakat yang tercatat dalam DPT ramai - ramai datang ke masing - masing TPS yang menyebar di Kabupaten Bengkalis, terutama di Duri sebagai lumbung suara untuk menggunakan hak pilihnya," ulasnya.

Masih Hendryanto, KPU Bengkalis tidak ada salahnya memberi souvenir, berupa gantungan kunci, dompet, tas buat masyarakat untuk meningkatkan persentase pemilih di Pilbup tahun 2020.

"Saya menilai KPU Bengkalis, boleh saja memberikan souvenir untuk menarik minat masyarakat datang ke masing - masing TPS untuk menggunakan haknya sebagai warga negara," sebutnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait