Golput vs Golput, Siapa Menang Pada Pilkada Serentak 2020 Bengkalis

Duri, katakabar.com - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 di Kabupaten Bengkalis, sejatinya pertarungan Golongan Putih (Golput) versus Golongan Penerima Uang Tunai (Golput), bukan pertarungan para Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bengkalis, peserta Pilkada serentak tahun 2020.

Dalam pertempuran dua golongan itu, siapa pemenang? Sabar, untuk mengetahui dahsyatnya pertempuran dua golongan beda aliran di perhelatan pesta demokrasi lima tahunan ini masih sebulan lebih lagi. Apalagi, hasilnya baru dapat diketahui setelah pencoblosan yang digelar pada 9 Desember 2020 nanti.

Tapi prediksi siapa pemenang Golput versus Golput sudah sudah mulai muncul ke permukaan. Itu sah - sah saja, namanya prediksi bisa tepat dan bisa salah.

Menurut prediksi salah seorang Ketua RT di kawasan Ai Jamban, Refri Amran Daud, Golongan Putih (Golput) bakal dikalahkan Golongan Penerima Uang Tunai (Golput).

"Di Pilkada serentak tahun 2020 yang dihelat pada 9 Desembar 2020 nanti, Golongan Putih (Golput) bakal dikalahkan Golongan Penerima Uang Tunai (Golput). Itu sudah tidak rahasia umum lagi, yang tak bisa diumumkan," kata Pak RT sapaan akrabnya kepada katakabar.com lewat pesan singkat WhatsApp, pada Sabtu (31/10) sore.

Golongan Penerima Uang Tunai (Golput) ujar Refri, meski tak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sekalipun bisa memilih. Golongan ini modalnya cukup bawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) sesuai alamat tertuang di KTP bisa memilih.

Hal ini sebenarnya yang perlu diwanti - wanti oleh pihak yang berwenang. Jangan sampai Golongan Penerima Uang Tunai (Golput) menang dan berjaya di Pilkada serentak tahun 2020 ini, jelasnya.

Masih Refri, pemenang Pilkada serentak tahun 2020 ini sejatinya siapa yang mampu dan bisa merubah cara pandang dan pola pikir (mindset) masyarakat Kabupaten Bengkalis ke depan, yang tidak mengisukan kesalahan - kesalahan siapa pun, ulasnya.

Sebelumnya, salah seorang mantan KPPS di kawasan Kelurahan Air Jamban, Hendryanto mengatakan, persentase Golongan Putih (Golput) diprediksi bakal meningkat di Pilkada serentak tahun 2020 ini. Lantaran, Pillkada serentak tahun 2020 ini beda dengan Pilkada serentak lima tahun sebelum.

"Pilkada serentak tahun 2020 ini dilaksanakan mulai dari proses tahapan hingga hari H pencoblosan nanti di tengah pandemi Covid 19. Ditambah lagi saat ini, masyarakat alami krisis kepercayaan terhadap pemimpin disebabkan pengalaman sepuluh tahun belakangan ini, kita sama - sama tahu dua orang mantan Bupati masuk penjara disebabkan kasus korupsi," tukasnya.

Lihat, Pilgubri tahun 2008 silam di tengah situasi dan kondisi normal. Tapi persentase pemilih yang menggunakan haka suaranya cuma 50 persen dari total pemilih yang tercatat di dalam DPT mencapai 156 ribu orang lebih di Dua Kecamatan, Mandau dan Bathin Solapan.

Rendah persentase pemilih dan tingginya persentase Golongan Putih (Golput) bisa diketahui sesudah pencoblosan kelar dilaksanakan, lewat total kertas suara yang tidak terpakai di masing - masing TPS yang menyebar dua Dua Kecamatan.

Ini pekerjaan rumah bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menaikkan persentase pemilih di Pilkada serentak tahun 2020, Kabupaten Bengkalis. Belum terlambat, sebab waktu masih ada hingga hari H pencoblosan nanti.

Begitu pula Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bengkalis mesti benar - benar mengawasi Golongan Penerima Uang Tunai (Golput) di Pilkad serentak tahun 2020 ini, guna mewujudkan Pilbup tahun 2020 Kabupaten Bengkalis, yang jujur, adil, bersih dan aman.

Editor : Sahdan

Berita Terkait