Gubernur Kaltim Terbitkan Edaran Larang Perayaan Tahun Baru

Katakabar.com - Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, mengeluarkan edaran soal penegakan protokol kesehatan, penyelenggaraan Pilkada, serta libur Natal dan Tahun Baru 2021. Di antaranya, larangan perayaan tahun baru 2021.

Dalam salinan diterima, edaran itu tertuang dalam surat bernomor : 300.1/7143/B.PPOD.I tertanggal 2 Desember 2020 yang diteken Gubernur Isran Noor. Edaran itu, ditujukan kepada Bupati dan Wali Kota se-Kalimantan Timur.

Ada 4 poin dalam edaran itu. Pertama, kegiatan keagamaan yang bersifat pengumpulan massa dan menjadi tempat berkerumunnya orang banyak, adalah hal yang dilarang.

"Sebagaimana Permenkes RI No 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Skala Besar dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 dan peraturan perundangan lainnya, untuk memutus mata rantai penularan Covid-19," kata Isran dalam edaran itu.

Kedua, Isran meminta pelaksanaan Pilkada serentak, tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. "Pemerintah pusat, Pemda, bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat untuk bersama-sama meyakinkan, bahwa ibadah Natal, sebaiknya tidak dalam jumlah yang banyak," ujar Isran.

"Dan melarang perayaan pergantian tahun baru 2021 dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19," lanjut Isran.

Terakhir, Isran juga mengimbau untuk tetap tidak mudik, agar Polri, TNI dan Satpol PP memperketat penjagaan khususnya di malam hari.

Dikonfirmasi merdeka.com, Kepala Biro Humas Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur Syafranuddin, membenarkan edaran Gubernur Isran itu. "Iya benar," singkat Syafranuddin. 

 

Merdeka.com

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait