Guru Vs Kepala SDN 007 Memanas, Dinas Pendidikan Rohul Diminta Turun Tangan

Ujungbatu, katakabar.com - Sejumlah Guru dan orang tua wali murid di SD Negeri 007 Ujungbatu Kecamatan Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Riau, mendesak Kepala Dinas Pendidikan Rokan Hulu segera mengganti Kepsek Afriyanti.

Mereka menuntut tim audit independen perihal penggunaan dana BOS di SD Negeri 007 Ujungbatu yang selama ini tidak transparan. Tuntutan tersebut menurut mereka sangat penting dilakukan terkait dugaan adanya penyelewengan duit BOS terhitung sejak 2018 lalu.

Selain penggunaan duit tadi tidak transparan, Kepsek Afriayanti di sebut selalu menyampaikan keburukan majelis guru di di dunia maya dengan kata-kata guru atau majelis guru di SD Negeri 007 itu sudah stadium IV (guru bodoh).

"Sekarang kami merasa tidak betah mengajar. Sebab, selain penggunaan duit yang tidak jelas makanya penting bagi kami duit BOS itu di audit tim independen supaya jelas kemana perginya. Perilaku seorang kepala sekola seperti itu tidak bisa lagi ditolerir, dia suka bilang majelis guru bodoh sudah stadium IV katanya. Sementara kemajuan dan prestasi sekolah juga cenderung menurun," ungkap AN salah seorang guru kepada katakabar.com, kemarin.

Terlepas dari persoalan penggunaan duit BOS yang diduga bermasalah itu sebut sejumlah guru tadi, kepala sekolah selalu menuntut guru untuk penataan ruang kelas. Sementara kepala sekolah tidak pernah mengeluarkan dana untuk kegiatan tersebut. Anehnya, kepsek Afriayanti malah menyuruh majelis guru meminta dana dari wali murid.

"Begitulah yang terjadi selama ini disekolah kami, kepsek selalu menuntut majelis guru untuk penataan ruang kelas. Sementara duit tidak ada dia keluarkan, malah yang ada majelis guru yang disuruh untuk meminta dana dari orang tua wali murid," kembali majelis guru itupun semakin kesal.

Jauh hari sebelumnya, 2 Mei 2020 lalu sejumlah guru dan orang tua wali murid sepakat dan menyetujui untuk melaporkan Kepsek Afriayanti ke Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hulu. Namu sampai saat ini, permintaan ganti Kepala Sekolah SD Negeri 007 Ujungbatu itu belum direspon dinas terkait.

"Kami tidak terima lagi dengan perlakuan Kepsek Afriyanti itu, apapun alasannya kami berhak menuntut Kepala Sekolah yang berlaku sesuka hatinya diluar kewajaran. Kami disuruh aneh-aneh sama kepsek itu, dengan meminta majelis guru mengutif duit dari orang tua wali murid. Sementara duit BOS kita enggak tau kemana," sebut AN.

Mungkin juga guru-guru tadi sudah cukup letih mengahadapi sikap pimpinan sekolah SD Negeri 007 Ujungbatu itu. Ada satu hal yang paling membuat majelis guru geleng kepala, yaitu soal pemeliharaan sekolah, kepsek Afriyanti selalu mengatakan dana yang digunakan merupakan uang suaminya bukan dari dana BOS.

"Dia selalu bilang duit suaminya dan bukan duit BOS. Contohnya, pembelian kursi tamu diruang kantor kepala sekolah, padahal uang yang digunakan untuk itu uang MDTA Al-Bayyinah sebesar Rp1,5 juta. Sedangkan pembayaran gaji guru agama non muslim juga diambil dari kutipan iuran murid atau infak murid setiap pagi Jum'at. Alasannya, guru non muslim itu tidak memiliki ijazah S1," cerita guru itu.

Pun rada aneh juga kata mereka, Kepala Sekolah Afriyanti juga suka mengkotak-kotakkan majelis guru dalam segala hal. "Sehingga terjadi perselisihan antara sesama majelis guru. Hal inilah yang mengakibatkan jiwa sosial dan rasa jebersamaan sesama majelis guru hilang," pungkasnya.

Hingga berita kedua ini diturunkan, Kepala Sekolah SD Negeri 007 Ujungbatu Afriyanti belum bersedia menjawab atau memberikan keterangan kepada katakabar.com seputar tuntutan sejumlah majelis guru yang menuntutnya mundur atau dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah.

Editor : Anggi

Berita Terkait