Hadapi Pandemi Covid 19, UKM Perlu Diberi Stimulus

Jakarta, katakabar.com - Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Marwan Djafar mendorong adanya pemberian stimulus bagi para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM), terpaksa harus terhenti disebabkan pandemi virus Corona (Covid 19).

Pemerintah harus siapkan upaya pendataan yang matang agar stimulus berjalan baik serta dapat mengarah langsung kepada UKM yang benar-benar membutuhkan bantuan, kata Marwan Djafar saat rapat kerja Komisi VI DPR RI dengan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia secara virtual, kemarin, seperti dikutip dari Situs Resmi DPR RI.

Kata Marwan, dirinya mendorong agar prioritsa pemberian stimulus bisa diberikan. Utamanya kepada UKM-UKM sektor hiburan, seperti pariwisata, perhotelan, restoran dan event organizer.

“Untuk itu, diminta dan mendorong Kepala BKPM untuk siapkan strategi atau kontingensi plan dalam kondisi yang paling pendek, pendek, jangka menengah dan jangka panjang, termasuk setelah Covid dalam kerangka recovery ekonomi Covid ini,” seru politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Tak cuma usaha ujar Marwan, juga sudah sangat banyak masyarakat terdampak disebabkan tidak berjalannya industri saat ini, sehingga banyak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak yang dilakukan perusahaan.

Masyarakat yang terkena PHK ini jangan sampai lepas dari tanggung jawab Pemerintah, mesti didata secara menyeluruh hingga saat pandemi selesai, investor kemudian masuk dan data bisa digunakan untuk prioritas.

“Saya yakin data pasti berbeda dan tidak ada yang sama, menteri dengan menteri beda, lembaga dengan lembaga beda, bahkan menteri dengan menkonya beda. Pertanyaannya data mana yang digunakan untuk merelaksasi atau mendata mereka yang terkena PHK tersebut untuk dimanfaatkan sesudah pandemi,” sebutnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPR RI lainnya, Nasril Bahar sevisi dengan rekan sejawatnya di Senayan. Segera siapkan terobosan guna mempertahankan UMKM dan Koperasi sebagai pendorong ekonomi Indonesia pasca pandemi nanti. 

"Sudah menjadi tugas kementerian sebagai fasilitator dan regulator, seharusnya memberikan kemudahan-kemudahan kepada masyarakat dalam bernegara," ujarnya dalam pandangannya Komisi VI DPR RI gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan seluruh eselon I Kemenkop UKM serta Direksi dari PT. Permodalan Nasional Madani dan LPDB-KUMKM secara virtual. 

Tidak semua kementerian harus menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi. Cukuplah Kemenkop UKM ini menjadi garda terdepan pasca pandemi. Menjaga melakukan asistensi terus menerus, sehingga pasca Covid19, para pelaku UMKM dan koperasi ini bisa tetap eksis dan hidup. Langkah-langkah ini yang sebenarnya perlu kami tunggu daripada Kemenkop UKM. Yang terpenting jangan sampai pasca Covid itu mereka hilang ditelan badai, tegasnya.

Politisi Fraksi PAN ini menekankan peran penting Koperasi dan UMKM pasca krisis moneter 1998 yang pada akhirnya mampu membangkitkan gairah perekonomian Indonesia masa itu. Menurutnya hal tersebut yang seharusnya menjadi acuan bagi Kemenkop UKM dalam rangka membantu Presiden melakukan penanggulangan dampak Covid 19.

“Kalau meihat pada fase yang lalu di krisis 98, UMKM sebagai pahlawan bangsa, sebagai fundamental ekonomi yang terus hidup saat itu. Nah, ini bagaimana nilai historis ini bisa muncul kembali bahwa Covid-19 ini akan menjebak kita dalam masa krisis, koperasi dan UMKM kita pertahankan untuk kembali menjadi pahlawan,” jelasnya.

Untuk itu Kemenkop UKM diminta fokus mengembangkan hal-hal yang bersifat penanganan dampak pasca Covid-19 seperti misalnya membuat terobosan atau skema, serta sosialisasi yang masif.

“Ini saran saya kepada Kementerian, sehingga persiapkanlah sejak dini, pasca covid ini sehingga KemenkopUMKM ini benar-benar menjadi tulang punggung daripada para pelaku UMKM,” pesannya.

 Hidupkan Peran Smesco

Kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh para pelaku UMKM di tengah pandemi ini nampaknya belum kunjung usai. Masih banyak ditemui kejadian yang membuat para pelaku usaha rugi. Selain harus banting setir membantu penanganan Covid dengan menciptakan produk APD, seringkali mereka juga ditipu oleh oknum pemesan. Untuk itu Nasril meminta Kemenkop UKM memaksimalkan peran Smesco.

“Peran Smesco sebagai saran promosi UMKM sebenarnya sangat vital saat ini untuk membantu para pelaku usaha kecil yang tengah berjuang bertahan hidup dan membantu pemerintah. Tolonglah ini dihidupkan dalam posisi menghimpun para produk-produk UMKM ini yang mendukung Covid 19 ini seperti yang menjual APD kan bingung mau dipasarkan di mana, taruh saja di Smesco itu,” katanya.

Harapannya, Smesco bisa menjadi sarana bagi masyarakat seperti tenaga medis yang tengah kebingungan mempersiapkan stok APD mereka. Selain itu juga memudahkan para pelaku usaha yang tidak memiliki sarana promosi APD buatan mereka.

“Jadikanlah Smesco ini sebagai tokonya UMKM hari ini sehingga ini bisa eksis,” serunya. 

Editor : Sahdan

Berita Terkait