Haji Permata dan Anak Buahnya Diberondong Peluru?

Pekanbaru, Katakabar.com - Selain pengusaha asal Batam Haji Permata, 3 anak buahnya juga mengalami luka tembak yang dilakukan petugas Bea Cukai Tembilahan. Setelah ditembak, diduga petugas Bea Cukai membiarkan jenazah Haji Permata begitu saja di dalam kapal. 

Mirisnya, di tubuh Haji Permata ditemukan 5 proyektil. Sedangkan anak buahnya ditembak petugas Bea Cukai di bagian kepala, kaki dan lengan. Apakah mereka diberondong peluru oleh petugas? Pertanyaan itu tidak dijawab oleh Kepala Bea Cukai Tembilahan Ari Wibawa Yusuf saat dikonfirmasi sejunlah wartawan usai diperiksa di Mapolda Riau.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Teddy Ristiawan mengatakan ada 4 korban dalam operasi penangkapan oleh Bea Cukai tersebut. Selain Haji Permata ada juga Bahar yang merupakan nahkoda kapal. 

"Bahar yang merupakan anak buah Permata berperan sebagai tekong atau nakhoda speedboat meninggal dunia lantaran terkena tembakan di bagian kepala," ujar Teddy, Kamis (21/1).

Kemudian dua anak buah Haji Permata lainnya, yakni Abdurahman yang juga tertembak di bagian telapak kakinya. Terakhir Irwan yang tertembak di bagian lengan atas sebelah kiri.

"Mereka ini satu kapal, nanti perkembangan lanjut akan kita sampaikan," kata Teddy.

Penyidik masih terus mendalami kasus tewasnya H Permata dalam operasi penggagalan penyelundupan jutaan batang rokok di perairan Sungai Belah oleh petugas Bea Cukai Kabupaten Indragiri Hilir, Jumat (15/1) lalu.

Dari pihak keluarga H Permata, polisi telah memintai keterangan sebanyak 17 orang saksi. Selain itu, ada juga 4 orang saksi yang berasal dari masyarakat Sungai Belah, Inhil yang mengetahui kejadian itu.

Sementara, dari hasil otopsi diketahui khusus H Permata atau yang bernama asli H Jumhan, pengusaha asal Batam itu mengalami 5 luka tembakan di bagian dadanya.

"Dari hasil otopsi kita mendapatkan 5 proyektil dari tubuh H Permata. Nanti akan kita uji labfor untuk melihat proyektil itu identik dengan senjata yang mana," jelasnya.

Uji labfor tersebut juga diharapkan memberikan informasi ukuran jarak tembak yang dilakukan petugas. Apakah dalam jarak dekat atau dalam jarak jauh.

"Yang membawa Haji Permata ke rumah sakit dari pihak masyarakat. Kita masih selidiki soal jarak tembak terhadap Haji Permata," kata Teddy.

 

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait