Hari Terakhir Pencarian Sriwijaya Air, Disetop atau Diperpanjang?

Katakabar.com - Sudah genap sepuluh hari waktu pencarian korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dan hari ini merupakan hari terakhir waktu pencarian. Seperti yang diketahui, waktu pencarian menurut UU Nomor 29 Tahun 2019 tentang Pencarian dan Pertolongan adalah tujuh hari, namun pencarian korban Sriwijaya Air sudah diperpanjang tiga hari.

Direktur Operasi Basarnas, Brigjen Rasman MS mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu keputusan Menteri Perhubungan RI, apakah pencarian korban akan diperpanjang atau disetop.

"Hari ini Kabasarnas akan berkoordinasi dengab instansi terkait. Nanti akan dilaksanakan evaluasi dan dilaporkan ke Menhub untuk ditentukan apakah diperpanjang atau tidak," kata Rasman saat konferensi pers di JICT2, Jakarta, Senin (18/1).

Rasman berharap, masyarakat bisa menerima apapun keputusannya nanti. Dia menbatakan, keputusan yang diambil merupakan keputusan terbaik yang telah melalui proses pertimbangan secara matang.

"Mari kita menunggu keputusan dari pemimpin. Apapun keputusannya tentu banyak sekali pertimbangan yang mendasari diperpanjang atau diakhiri hari ini," kata Rasman

"Kalau menurut aturan UU pencarian dan pertolongan itu waktu operasinya 7 hari. ini kan sudah diperpanjang tiga hari," kata dia.

Selama sepuluh hari masa pencarian ini, pihaknya mengaku telah berusaha melaksanakan tugas sebaik mungkin. Mulai dari tim evakuasi hingga tim publikasi dan dokumentasi, yang membagikan informasi secara terbuka ke masyarakat.

"Kami melaksanakan penyelaman, pencarian, dukungan, pengerahan potensi, alut, pemberitaan, dan sebagainya dilaksanakan dengan baik," kata dia.

Sementara itu, di hari terakhir pencarian ini, Rasman mengatakan bahwa pihaknya akan mempersempit area sektor pencarian untuk mengefektifkan waktu pencarian korban.

"Sektornya tetap empat tapi ruang sektornya diperkecil karena di bawah itu sudah banyak yang kita bersihakan, sudah kita angkat sehingga lebih efektif ketika kita mempersempitnya," kata dia.

Rasman optimis, tim gabungan pencarian akan segera menemukan bagian-bagian lainnya dari Cockpit Voice Recorser (CVR). Seperti yang diketahui, CVR yang ditemukan pada 17 Januari kemarin tidaklah utuh karena CVR pecah. Selama 8 hari pencarian, petugas hanya menemukan case atau pelindung dari black box tersebut.

"Mudah-mudahan dengan mempersempit, besar kemungkinan kita bisa menemukan isi dari CVR," ujarnya.

Merdeka.com

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait