Hendak Jual Motor, Opsnal Satreskrim Polres Bengkalis Tangkap Pria Tunakarya

Bengkalis, katakabar.com -  Petualangan pelaku spesialis pencuri sepeda motor di tiga lokasi berbeda di pulau seberang, Bengkalis, belakangan diketahui bernama MS alias Putra umur 23 Tahun, seorang pengangguran warga Jalan Antara Gang Abdul Hamid Desa Wonosari Kecamatan Bengkalis, berakhir di bilik penjara Kepolisian Resor Kabupaten Bengkalis.

"Penangkapan tersangka spesialis pencuri sepeda motor ini bermula Tim Opsnal Polres Bengkalis dapat informasi bakal ada transaksi jual beli sepeda motor di bilangan Jalan Antara, persisnya di masjid Nurul Qurba, pada (3/6) sekitar pukul 18.30 WIB lalu," ujar Kapolres Bengkalis, AKBP Hendra Gunawan saat gelar press release di halaman Mapolres Bengkalis, Jalan Pertanian Desa Senggoro Kecamatan Bengkalis, pada Rabu (9/6) sekitar 11.00 WIB siang.

Dari situ, sambung mantan Kasar Lantas Polres Bengkalis ini, Tim Opsanal melakukan Lidik dan mendatangi lokasi. Di sana Tim menemukan seorang laki-laki diduga pelaku pencurian dengan pemberatan beserta satu unit sepeda motor F1 Zr tanpa dilengkapi surat-surat.

Setelah itu, pelaku mengakui sepeda motor hasil curian ditukar di Desa Buruk Bakul. Tim Opsnal berangkat menuju Desa Buruk Bakul dan didapati satu unit sepeda motor merk Yamaha Jupiter 3489 RR (Palsu) yang diserahkan kakak Ardi, dan pelaku mengakui sepeda motor tersebut dicuri pelaku di Jalan HR Soebrantas Gang Rozali Desa Wonosari.

"Terduga pelaku pencurian sepeda motor mengakui pernah melakukan pencurian di tiga lokasi berbeda," tegas AKBP Hendra.

Kepada pelaku tersebut diterapkan Pasal 363 ayat (3) Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.
Pasal 363 ayat (3) KUHPidana berbunyi, pencurian di waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya, yang dilakukan oleh orang yang ada di situ tidak diketahui atau tidak dikehendaki oleh yang berhak

Ayat(1) KUHPidana menjelaskan, jika beberapa perbuatan, meskipun masing-masing merupakan kejahatan atau hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai satu, sebutnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait