Ibu Tiga Anak di Rokan Hulu Terpaksa Curi Sawit Demi Beli Beras

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Rica, ibu rumah tangga itu hanya tertunduk lesu. Tatapannya kosong dengan tiga anak kecil yang masih balita diam terpaku di hadapannya. 

Rica (31) pada Selasa siang hari ini harus menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Rokan Hulu, Riau. Dia harus menghadapi proses hukuman itu karena dituduh mencuri tiga tandan buah sawit di perusahaan milik negara, PTPN V. 

Pencurian sawit itu pun dilakukannya bukan tanpa alasan. Pikirannya kalut saat melihat anak-anaknya merengek kelaparan. Sementara beras di dapur tak lagi tersedia.

Sidang perdana Rica digelar siang hari ini setelah kasus dugaan tindak pidana ringan pencurian buah kelapa sawit di Polsek Tandun pada tanggal 31 Mei 2020 lalu dilanjutkan penegak hukum. 

Kepada wartawan, Rica mengakui dirinya benar sudah mengambil atau mecuri buah kelapa sawit dari PTPN V Sei Rokan tersebut. Ia mengaku terpaksa melakukannya, sebab dirumahnya tak lagi ada beras untuk menghidupi anaknya apa lagi sedang dalam wabah Corona Virus Desease atau Covid-19.

Lanjutnya saat kejadian itu, dirinya ditangkap oleh satpam. Meski telah meminta ampun dan memelas, dia tetap dibawa Satpam PTPN V Sei Rokan ke Polsek Tandun hingga akhirnya berakhir di persidangan. 

"Saat itu memang saya tidak ditahan, ditangguhkan oleh warga dan RT nya selama ini. Saya juga terpaksa mengambil atau mencuri buah sawit itu dipergunakan beli beras," cerita Rica lirih dihadapan wartawan dan anaknya yang masih kecil-kecil itu.

Rica yang tinggal dirumah kontrakan di Langgak Desa Koto Tandun Kecamatan Tandun ini, berharap kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu untuk  memperhatikan warganya yang benar-benar membutuhkan bantuan untuk menghidupi keluarga nya, apa lagi di tengah bencana non alam yang sedang melanda saat ini.

Dengan meneteskan air mata Rica mengaku tidak pernah mendapat kan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu selala ini, begitu juga bantuan dari Covid-19.

"Dari pada keluarga dan anak yang masih kecil-kecil ini mati kelaparan karena tidak makan, saya terpaksa mengambil resiko dengan mengambil buah sawit PTPN V Sei Rokan itu, untuk beli beras kami. Saya pun kurang tau hingga berakhir disidangkan seperti ini," katanya. 

Editor : Anggi

Berita Terkait