Idul Fitri Berdarah di Koto Tinggi Rokan Hulu

Pasir Pangaraian, katakabar.com - SV tak henti-hentinya menyeka air mata. Suaranya sesenggukan melihat putri kecilnya yang masih berusia empat tahun berada di kamar operasi. Setiap detik jam dinding yang terpajang di dinding atas rumah sakit terasa begitu lama. 

Idul Fitri ini seharusnya menjadi hari yang membahagiakan. Merayakan kemenangan menjalin silaturahmi dengan saudara handai taulan. Namun, di hari sakral itu justru dihabiskan di rumah sakit. 

SV,  ibu muda berusia 26 tahun itu adalah warga Kecamatan Rambah, Rokan Hulu, Riau. Rabu (27/5) di awal idul fitri merupakan petaka untuk dia dan suami tercinta, D alias Dedi. Anak semata wayang mereka yang tak berdosa bersimbah darah akibat sayatan pisau silet tajam yang memotong kulit dan pembuluh darah bagian perut dan leher. 

Seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun adalah pelakunya. Entah setan apa yang merasuki remaja laki-laki itu hingga tega melukai putrinya tanpa aba-aba. Saat para orang tua sibuk bersembang ria, merasakan kue hari raya. Itulah idul Fitri berdarah yang kini menjadi perhatian masyarakat dan Kepolisian. 

Informasi yang dirangkum Katakabar.com, kejadian itu berlangsung saat pelaksanaan silaturahmi idul fitri di Dusun Wonosari Barat, Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah pada Rabu kemarin (27/5). 

Kapolres Rohul, AKBP Dasmin Ginting Jumat mengatakan bahwa insiden itu berlangsung kala seorang warga bernama Upik mengadakan rumah terbuka untuk silahturahmi keluarga di rumahnya. Pada saat semuanya berkumpul bahagia, tiba-tiba ada teriakan tangis bayi perempuan berusia 4 tahun. 

"Tiba-tiba seorang saksi mendengar ada suara anak kecil menangis dari belakang rumah," katanya.

Saat diperiksa ke belakang rumah, ditemukan anak perempuan berusia 4 tahun, dalam keadaan berdarah dan di bagian bawah leher serta perut berupa luka sayatan pisau. 

Setelah melihat hal tersebut maka saksi langsung memberitahukan ke warga setempat dan orang tua korban. Selanjutnya korban dibawa menggunakan ambulance yang telah di hubungi oleh masyarakat setempat untuk dilakukan penanganan medis dan visum. Hingga kini, korban masih dirawat di rumah sakit setempat. 

Sementara itu, MZ langsung dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini belum diketahui motif pelaku melakukan hal tersebut. Namun, polisi telah membawa pelaku ke rumah sakit jiwa untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan. Hanya saja, hingga kini belum diketahui hasil pemeriksaan tersebut. 

Sementara itu, Dasmin mengatakan jika korban telah menjalani serangkaian operasi akibat peristiwa itu. "Saat ini korban sudah stabil dan kondisinya terus membaik," ujarnya. 

Editor : Anggi

Berita Terkait