India Tarik 7.000 Pasukan Dari Kashmir

Pekanbaru, katakabar.com - Lebih dari empat bulan setelah pencabutan Pasal 370, yang membatalkan status khusus Jammu dan Kashmir, pemerintah India akhirnya mulai mengurangi jumlah pasukannya yang dikerahkan di wilayah tersebut.

Kementerian Dalam Negeri pada Senin memerintahkan penarikan 72 kompi atau sekitar 7.000 anggota Pasukan Polisi Sentral Bersenjata (CAPF) dan mengembalikan mereka ke pos sebelumnya. Mereka terdiri dari pasukan dari Pasukan Polisi Cadangan Sentral (CRPF), Pasukan Keamanan Perbatasan (BSF), Pasukan Keamanan Pusat Industri (CISF), Polisi Perbatasan Indo-Tibet (ITBP), dan Sashastra Seema Bal (SSB).

Sebelumnya, sekitar 20 kompi ditarik dari Kashmir dan dikerahkan di Assam pada pekan kedua Desember.

Terlepas dari 61 batalyon reguler atau hampir 62.000 personel CRPF, pusat telah mengirimkan 70 batalion lagi — sekitar 75.000 personel — ke wilayah Jammu dan Kashmir pada Agustus dan September untuk tugas-tugas hukum dan ketertiban serta operasi kontra-pemberontakan.

"Situasinya jauh terkontrol di J&K (Jammu dan Kashmir) dan segala sesuatunya kembali normal. Operasi melawan kelompok teror akan berlanjut dan situasi hukum dan ketertiban akan dipantau secara teratur," kata seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri India, seperti dilansir dari laman The News International Pakistan, Kamis (26/12).

Pemerintah pusat yang dipimpin BJP mencabut Pasal 370 Konstitusi pada 5 Agustus. Pemerintah India memberlakukan pembatasan ketat di wilayah Jammu dan Khasmir, khususnya di kawasan lembah.

Terlepas dari pengerahan pasukan tambahan, jam malam diberlakukan di beberapa bagian, pembatasan komunikasi diberlakukan dan beberapa pemimpin politik arus utama ditangkap.

 

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait