Ini 3 Strategi Jokowi Turunkan Harga Gas Industri

Jakarta, Gatra.com – Presiden Joko Widodo mengajukan tiga hal untuk menuntaskan persoalan masalah harga gas untuk industri, salah satunya penghilangan porsi pemasukan ke pemerintah.

"Saya melihat yang pertama ada jatah pemerintah US$2,2 per MMBTU. Supaya jatah pemerintah ini dikurangi atau bahkan dihilangkan, ini bisa lebih murah," kata Presiden dalam sambutan pembukaan rapat terbatas bertopik "Ketersediaan Gas untuk Industri" di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/1).

Dilansir Antara, Presiden menyatakan upaya itu harus dikoordinasikan dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Penyesuaian jatah itu adalah bagian pemerintah yang masuk melalui penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Jika jatah gas pemerintah disesuaikan, maka harganya bisa turun sekitar US$ 8-9 per juta British thermal units (MMBTU).

Hal kedua yakni Domestic Market Obligation (DMO) bagi gas diberlakukan dan dapat diberikan kepada industri. Lalu opsi ketiga yang diajukan Presiden yakni membebaskan impor gas untuk industri.

Presiden menyatakan kekecewaannya karena sejak 2016, persoalan harga gas untuk industri yang mahal tidak kunjung tuntas.

"Ini sudah sejak 2016 enggak beres-beres. Saya harus cari terobosannya, tiga itu pilihannya. Kalau tidak segera diputuskan ya akan begini terus. Pilihannya kan hanya dua: melindungi industri atau melindungi 'pemain gas'," tegas Jokowi.

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait