Kepemilikan Satwa Dilindungi Ditertibkan

Ini Kesengguhan Balai KSDA dan Polisi DIY

Yogyakarta, katakabar.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Yogyakarta bersama Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY makin serius bekerja sama melakukan upaya penyelamatan satwa dilindungi dan penengakan hukumnya.

Tim gabungan keduanya berhasil mengamankan beberapa jenis satwa dilindungi undang-undang, dari hasil penertiban kepemilikan satwa yang dilindungi, pada Selasa (15/6) kemarin.

Begini ceritanya, berawal dari informasi lewat media sosial, petugas menemukan adanya postingan yang menawarkan satwa dilindungi berupa Nuri Tanimbar (Eos reticulata) dan beberapa burung lainnya untuk diperjualbelikan secara online.

Setelah dilakukan pengumpulan bukti dan pendalaman lebih lanjut, Ditreskrimsus Polda DIY berkoordinasi dengan Balai KSDA Yogyakarta untuk menindaklanjuti temuan tersebut.

Menerima laporan awal dari petugas terkait perdagangan illegal satwa dilindungi tersebut, Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M Wahyudi memerintahkan personel Resort Konservasi Wilayah (RKW)  Sleman – Yogyakarta untuk menindaklanjuti kasus tersebut dengan Tim Ditreskrimsus Polda DIY.

Hasil temuan di lapangan dari kediaman pemilik satwa yang berada di Kecamatan Umbulharjo, berhasil ditemukan jenis-jenis satwa dilindungi, masing-masing satu ekor Perkici iris (Psitteuteles iris), Nuri raja ambon (Alisterus amboinensis), Kasturi ternate (Lorius garrulus), Kakatua tanimbar atau goffin (Cacatuq goffiniana).

Selain itu, Kakatua jambul kuning (Cacatua sulphurea), dan Perkici timor (Trichoglossus euteles), serta dua ekor Nuri tanimbar (Eos reticulata). Barang bukti selanjutnya dititipkan ke Balai KSDA Yogyakarta untuk dilakukan kegiatan penyelamatan dan perawatan lebih lanjut.

Kata M Wahyudi, prihatin masih adanya pelanggaran hukum bidang kehutanan berupa perdagangan illegal satwa dilindungi tersebut. Kepada petugas Balai KSDA Yogyakarta diminta agar lebih dekat dengan masyarakat.

“Saya mendorong teman-teman di lapangan untuk lebih sering bertemu dengan masyarakat, memberikan sosialisasi dan pemahaman terkait kepemilikan satwa liar dilindungi secara hukum tindakan illegal melawan hukum. Masyarakat perlu diedukasi dampak bahaya yang mungkin ditimbulkan lantaran kepemilikan satwa liar tersebut,” ujarnya.

Menyikapi maraknya perdagangan satwa ilegal di wilayah DIY ini, Wahyudi menegaskan ke depan sangat diperlukan adanya sinergisitas yang semakin kuat lagi antara Balai KSDA Yogyakarta dengan Ditreskrimsus Polda DIY dalam upaya penegakan hukumnya.

Saya Dia apresiasi langkah koordinasi yang telah dilakukan Ditreskrimsus Polda DIY, seraya menegaskan penanganan kasus pelanggaran di bidang lingkungan hidup dan kehutanan dapat diselesaikan berkat adanya koordinasi yang baik antara semua pihak terkait. 

Editor : Sahdan

Berita Terkait