Ini Motif Pembunuh Bocah yang Jasadnya Ditemukan Tersangkut di Pohon Akasia di Tualang

Siak, katakabar.com - Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan, aparat kepolisian sektor (Polsek) Tualang berhasil menangkap pelaku pembunuh seorang bocah berinisial ALG (8) yang jasadnya ditemukan tersangkut di pohon akasia dibelakang kuburan muslim Kampung Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang, Siak, Riau, 17 Juli lalu.

Pelaku diketahui berinisial MH (24), yang tak lain adalah saudara korban sendiri. Pelaku ditangkap di kampung halamannya di Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara.

"Motif pelaku karena dendam dengan ayah korban. Sebab, pelaku pernah ditampar oleh ayah korban," kata Kapolres Siak, AKBP Doddy F Sanjaya saat jumpa pers di halaman Mapolres Siak, Jumat (7/8).

Dikatakan Doddy, penangkapan pelaku ini berawal dari hasil oleh TKP dan rentetan cerita hilangnya korban pada 16 Juli lalu yang tersangkanya mengarah ke MH.

Sebab, sambung Doddy, sebelum peristiwa itu terjadi, pelaku dan ayah korban sempat cekcok hingga pelaku kena pukul.

"Pelaku sebelumnya tinggal di rumah korban. Karena cekcok dan kena pukul ayah korban, maka pelaku ke luar dari rumah tersebut dan memutuskan tinggal tak jauh dari rumah korban," kata Doddy.

Keributan itu memang kerap terjadi sebelumnya. Namun yang paling membikin pelaku dendam, saat ia meminjam sepeda motor ayah korban, dan memulangkannya terlalu malam namun dipukul oleh ayah korban.

"Menurut pelaku yang paling membikin dia sakit hati kejadian sepeda motor tadi. Sebelumnya juga kerap dia dimarahi. Namun, tak pala membikinnya sakit hati," kata Doddy.

Sementara itu, MH mengakui telah membunuh korban. Sebelum menghabisi nyawa korban dengan pisau, korban dicabuli. MH mengaku jika aksinya tersebut sudah direncanakan.

Dalam aksinya, MH mengajak korban ke tempat sepi dibelakang kuburan muslim Kampung Pinang Sebatang Timur tadi dengan iming-iming uang Rp10 ribu dan layangan. Saat itu, korban tengah asyik main layangan tak jauh dari rumahnya.

"Pengakuannya, korban dicabuli sudah tiga kali. Dua kali di rumah korban, dan yang terakhir, sebelum menghabisi nyawa korban dengan pisau sirih yang sudah dipersiapkannya," kata Doddy.

Kepada polisi MH mengatakan, setelah menghabisi nyawa korban, jasadnya dibuang ke jurang dibelakang kuburan muslim tadi hingga akhirnya terangkut di pokok akasia.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau hukuman mati.

Editor : Sahril

Berita Terkait